Kamis, 23 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Beberapa Penyakit Bisa Menular dan yang Lain Tidak? Ini Penjelasannya

Liaa - Thursday, 23 July 2026 | 11:17 AM

Background
Mengapa Beberapa Penyakit Bisa Menular dan yang Lain Tidak? Ini Penjelasannya

Penyakit dapat dikelompokkan menjadi berbagai jenis berdasarkan penyebab dan cara penyebarannya. Salah satu pembagian yang paling umum adalah penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Penyakit menular dapat berpindah dari satu individu ke individu lainnya, baik secara langsung maupun melalui perantara tertentu. Sementara itu, penyakit tidak menular tidak menyebar melalui kontak biasa antarmanusia.

Lantas, apa yang membuat suatu penyakit dapat menular, sedangkan penyakit lainnya tidak?

1. Penyakit Menular Disebabkan oleh Agen Infeksi

Penyakit menular umumnya disebabkan oleh organisme atau agen infeksi yang dapat berkembang biak atau bertahan hidup di dalam tubuh manusia.

Agen tersebut dapat berupa virus, bakteri, jamur, atau parasit.



Contohnya, flu dapat disebabkan oleh virus influenza, sedangkan beberapa jenis infeksi saluran pernapasan lainnya juga dapat disebabkan oleh berbagai virus atau bakteri.

Karena penyebabnya berupa agen infeksi yang dapat berpindah, penyakit tersebut berpotensi menyebar dari satu orang ke orang lain.

2. Ada Jalur Tertentu yang Memungkinkan Penyakit Menyebar

Agar penyakit menular dapat berpindah, biasanya terdapat jalur penularan tertentu.

Penyebaran dapat terjadi melalui percikan atau partikel pernapasan, kontak langsung, darah dan cairan tubuh tertentu, makanan atau air yang terkontaminasi, hingga gigitan hewan atau serangga pembawa penyakit.

Contohnya, beberapa penyakit pernapasan dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Sementara penyakit lain dapat ditularkan melalui makanan atau air yang tercemar.



Jalur penularan setiap penyakit berbeda sehingga cara pencegahannya pun tidak selalu sama.

3. Penyakit Tidak Menular Tidak Disebabkan oleh Agen Infeksi yang Berpindah

Berbeda dengan penyakit menular, penyakit tidak menular umumnya tidak disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme lain yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

Contohnya adalah penyakit jantung, diabetes tipe 2, sebagian besar jenis kanker, dan penyakit paru kronis.

Penyakit-penyakit tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, faktor genetik, usia, dan kondisi lingkungan.

Karena tidak disebabkan oleh agen infeksi yang menyebar antarmanusia, penyakit tersebut tidak menular melalui sentuhan atau interaksi sehari-hari.



4. Faktor Genetik Dapat Berperan dalam Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit tidak menular dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tertentu mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama.

Namun, memiliki faktor genetik tidak selalu berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tersebut.

Faktor lain, seperti lingkungan dan gaya hidup, juga dapat memengaruhi apakah suatu penyakit berkembang atau tidak.

5. Gaya Hidup Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Tidak Menular

Kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam munculnya berbagai penyakit tidak menular.

Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis.



Berbeda dengan penyakit menular, kondisi tersebut tidak berpindah dari satu orang ke orang lain hanya karena seseorang berinteraksi dengan penderita.

6. Ada Penyakit yang Memiliki Faktor Risiko yang Kompleks

Tidak semua penyakit dapat dijelaskan hanya dengan satu penyebab. Beberapa kondisi kesehatan muncul akibat interaksi berbagai faktor secara bersamaan.

Misalnya, risiko penyakit tertentu dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, usia, pola hidup, kondisi lingkungan, dan faktor lainnya.

Karena penyebabnya kompleks, pencegahan penyakit tidak menular juga membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan penyakit infeksi.

7. Ada Kondisi yang Bisa Tampak "Menular", Padahal Tidak

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita melihat beberapa orang dalam satu keluarga mengalami penyakit yang sama. Hal ini tidak selalu berarti penyakit tersebut menular.



Misalnya, anggota keluarga yang memiliki pola makan serupa atau kebiasaan hidup yang sama dapat memiliki faktor risiko yang sama pula.

Di sisi lain, ada juga penyakit yang memang dapat ditularkan antaranggota keluarga melalui infeksi. Karena itu, penyebab penyakit perlu diketahui terlebih dahulu sebelum menyimpulkan apakah suatu kondisi menular atau tidak.

8. Penyakit Menular Tidak Selalu Mudah Menular

Meski suatu penyakit termasuk penyakit menular, bukan berarti setiap kontak dengan penderita akan otomatis menyebabkan seseorang terinfeksi.

Penularan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis penyakit, jumlah agen infeksi, jalur penularan, kondisi lingkungan, serta daya tahan tubuh seseorang.

Vaksinasi untuk penyakit tertentu, menjaga kebersihan tangan, menjaga kualitas makanan dan air, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dapat membantu mengurangi risiko penularan sesuai dengan jenis penyakitnya.



Bagaimana Cara Membedakan Penyakit Menular dan Tidak Menular?

Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari penyebabnya.

Penyakit menular umumnya disebabkan oleh agen infeksi yang dapat berpindah dari satu inang ke inang lainnya melalui jalur tertentu.

Sementara itu, penyakit tidak menular biasanya berkembang akibat kombinasi faktor seperti genetik, gaya hidup, usia, dan lingkungan.

Namun, dalam praktik kedokteran, klasifikasi penyakit dapat lebih kompleks. Karena itu, diagnosis tetap perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan pemeriksaan yang sesuai.

Mengapa Memahami Perbedaan Ini Penting?

Mengetahui apakah suatu penyakit menular atau tidak membantu masyarakat menentukan langkah pencegahan yang tepat.



Untuk penyakit menular, pencegahan dapat mencakup vaksinasi, menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan sumber infeksi tertentu, serta menerapkan langkah kesehatan masyarakat sesuai jenis penyakitnya.

Sementara itu, pencegahan penyakit tidak menular lebih banyak berfokus pada pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengelolaan faktor risiko, dan deteksi dini.