Jerawat Hilang, Bopeng Datang: Kenapa Wajah Bisa Jadi Berlubang seperti Permukaan Bulan?
Tata - Monday, 14 September 2026 | 03:05 PM


Jerawat Hilang, Bopeng Datang: Kenapa Sih Wajah Bisa Jadi Kayak Permukaan Bulan?
Pernah nggak sih lo ngerasa udah menang perang lawan jerawat yang meradang berminggu-minggu, tapi pas jerawatnya kempes, lo malah nemu "kenang-kenangan" yang nggak diinginkan? Ya, apalagi kalau bukan bopeng atau lubang-lubang kecil di wajah. Rasanya tuh kayak udah berhasil ngusir tamu tak diundang, tapi mereka malah ninggalin lantai rumah dalam keadaan jebol. Menyebalkan, kan?
Banyak dari kita yang akhirnya terjebak dalam fase overthinking di depan cermin. "Padahal udah pakai skincare mahal, kok malah jadi begini?" atau "Dulu kayaknya nggak separah ini deh." Masalahnya, bopeng atau dalam istilah medis disebut bekas luka atrofi ini emang jauh lebih bandel daripada jerawat itu sendiri. Kalau jerawat bisa kempes dalam hitungan hari, lubang di wajah ini seringkali betah nongkrong bertahun-tahun kalau nggak ditangani dengan serius.
Sebenarnya, apa sih yang terjadi di balik lapisan kulit kita sampai-sampai jerawat yang ukurannya cuma seupil itu bisa ninggalin kawah yang cukup dalam? Yuk, kita bedah pelan-pelan biar nggak cuma sekadar panik, tapi juga paham mekanismenya.
Perang di Bawah Kulit: Ketika Kolagen Jadi Korban
Bayangin kulit lo itu kayak sebuah bangunan yang punya struktur fondasi kuat. Nah, fondasi ini namanya kolagen dan elastin. Dua protein ini yang bikin kulit lo kenyal, kencang, dan rata. Pas jerawat muncul—terutama jenis jerawat batu atau kistik yang mendem di dalam—itu ibarat ada ledakan atau "invasi negara api" di bawah permukaan kulit.
Saat terjadi peradangan hebat, tubuh kita secara otomatis bakal ngirim pasukan imun buat ngelawan bakteri P. acnes. Masalahnya, pertempuran ini seringkali nggak rapi. Peradangan yang terlalu lama dan terlalu dalam bisa ngerusak jaringan kulit sehat di sekitarnya, termasuk si kolagen tadi. Pas jerawatnya akhirnya sembuh, kulit lo bakal berusaha buat melakukan renovasi atau penyembuhan mandiri.
Nah, di sinilah letak masalah utamanya. Kadang, proses penyembuhan ini nggak sempurna. Tubuh lo gagal memproduksi kolagen yang cukup buat ngisi "kekosongan" yang ditinggalin sama peradangan tadi. Hasilnya? Kulit lo narik ke arah dalam dan terbentuklah cekungan atau lubang. Jadi, bopeng itu sebenarnya adalah tanda kalau kulit lo gagal melakukan restorasi secara paripurna.
Dosa Terbesar: Tangan Gatel yang Hobi Memencet
Jujur aja, siapa sih yang nggak gregetan pas ngelihat jerawat ada "matanya" putih-putih di ujung? Rasanya pengen banget dipencet biar cepet keluar isinya. Tapi, ini dia jebakan betmen-nya. Memencet jerawat secara paksa itu ibarat lo maksa ngebuka pintu yang lagi terkunci pakai linggis. Bukannya beres, yang ada malah kusen pintunya hancur.
Pas lo mencet jerawat, tekanan dari jari-jari lo itu nggak cuma dorong kotoran keluar, tapi juga dorong bakteri dan nanah masuk lebih dalam ke lapisan dermis. Ini yang bikin peradangan makin meluas dan ngerusak lebih banyak kolagen. Selain itu, kuku kita yang penuh kuman itu seringkali bikin luka baru yang memperparah risiko infeksi. Jadi, kalau lo sering nanya kenapa bopeng lo banyak banget, coba diingat-ingat lagi, seberapa sering lo "main hakim sendiri" sama jerawat di wajah?
Mengenal Jenis "Kawah" di Wajah
Nggak semua bopeng itu sama. Kalau lo perhatiin lebih detail, lubang-lubang ini punya karakter yang beda-beda. Di dunia medis, biasanya dibagi jadi tiga jenis utama:
- Ice Pick Scars: Ini yang paling nyebelin karena bentuknya kecil tapi dalem banget, kayak kulit lo habis ditusuk pakai pemecah es. Karena lubangnya dalem, biasanya skincare rumahan hampir nggak mempan buat jenis ini.
- Boxcar Scars: Bentuknya lebih lebar dan punya pinggiran yang tegas, mirip bekas luka cacar air. Ini terjadi karena kolagen di area tersebut bener-bener ludes saat peradangan.
- Rolling Scars: Ini tipe yang bikin tekstur wajah kelihatan kayak bergelombang atau nggak rata. Biasanya nggak terlalu dalem, tapi luasnya itu lho yang bikin gemas.
Kenapa penting tahu jenisnya? Ya biar lo nggak salah ekspektasi. Setiap jenis bopeng punya cara penanganan yang beda-beda di klinik kecantikan.
Skincare Aja Nggak Cukup, Gaes!
Satu hal yang harus kita terima dengan lapang dada adalah: bopeng itu nggak bisa hilang cuma pakai krim malem atau serum vitamin C. Kalau ada iklan yang bilang "Krim ini bisa ngilangin bopeng dalam seminggu," mending lo lari sejauh mungkin. Itu marketing doang.
Karena masalahnya ada di struktur kulit yang hilang, lo butuh bantuan profesional buat "maninggalin" produksi kolagen dari dalam. Ada beberapa cara yang biasanya dilakuin dokter, mulai dari Microneedling (bikin luka kecil terkontrol biar kolagen tumbuh lagi), Laser CO2 Fractional, sampai Subcision (motong jaringan ikat di bawah kulit yang narik bopeng ke dalem). Intinya, ini butuh waktu, biaya, dan kesabaran ekstra.
Obsesi kita sama kulit yang "mulus kayak porselen" emang sering bikin kita stres sendiri. Tapi ya balik lagi, kulit manusia itu emang punya tekstur. Nggak ada yang bener-bener mulus kayak filter Instagram. Namun, menjaga kebersihan dan nggak gampang gemes sama jerawat adalah kunci utama biar "kawah-kawah" baru nggak bermunculan.
Jadi, mulai sekarang, kalau ada jerawat muncul, mending lo kasih obat totol, sabar dikit, dan jangan sekali-kali lo eksekusi pakai tangan. Lebih baik nunggu jerawat sembuh seminggu daripada harus nanggung lubang di wajah seumur hidup, kan? Yuk, lebih sayang sama kulit sendiri dan berhenti jadi "tukang pencet" amatir!
Next News

Kenapa Jagung Bisa Meletup Jadi Popcorn? Ternyata Ini Sains di Balik Ledakan Kecilnya
in 6 hours

Kenapa Eropa Punya Banyak Negara Kecil? Ternyata Ini Sejarah Panjang di Baliknya
in 6 hours

Kenapa Susah BAB Padahal Sudah Makan Banyak? Ternyata Bukan Soal Porsi Makanan
in 6 hours

Kenapa Tubuh Menggigil Saat Mendaki Gunung? Ternyata Ini Cara Tubuh Melawan Dingin
in 5 hours

Apa Itu Rollmop? Mengenal Kuliner Ikan Haring Gulung Khas Eropa yang Rasanya Asam
in 5 hours

Veneer Gigi: Rahasia di Balik Senyum Putih dan Rapi, Apa Saja Risikonya?
in 5 hours

Makanan yang Baik dan Sebaiknya Dihindari Saat Ambeien, Biar BAB Nggak Jadi Drama
in 5 hours

Kukang: Si Mata Bulat yang Terancam Punah, Kenapa Sulit Diselamatkan?
in 5 hours

Kenapa Mata Sering Berkedip Tanpa Kita Sadari? Ini Penjelasannya
in 3 hours

Kenapa Kita Menguap Saat Mengantuk? Ternyata Bukan Sekadar Karena Lelah
in 3 hours





