Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Polda Sumut Percepat Pembangunan Huntara dan Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Selatan

Liaa - Saturday, 24 January 2026 | 02:39 AM

Background
Polda Sumut Percepat Pembangunan Huntara dan Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Selatan

Pembangunan Huntara Masuk Tahap Awal

Personel Satuan Brimob Polda Sumut bekerja di lahan seluas kurang lebih dua hektare di kawasan Kecamatan Sipirok dan Batang Toru, Kabupaten

Tapanuli Selatan. Dilansir dari Antara News,Wakil Komandan Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut, AKBP Sarijo, menjelaskan bahwa pembangunan huntara kini sudah berada pada tahap awal dengan progres pembangunan empat unit rumah kopel yang sedang dikerjakan.

"Kita hadir sejak awal, dari penyiapan lahan hingga pembangunan hunian sementara ini, agar masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan aman," ujar AKBP Sarijo.

Sinergi antara Brimob, TNI, dan pihak terkait lain menjadi tumpuan utama agar proses pembangunan berjalan aman, tertata, serta sesuai kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

Selain pembangunan huntara, aparat terus melakukan kegiatan lain sebagai bagian dari pemulihan pascabencana:Pembersihan rumah warga dari lumpur dan puing bangunan yang tersisa akibat banjir dan longsor di Kecamatan Batang Toru. Personel Satuan Batalyon C Pelopor Brimob bersama unsur TNI membersihkan sisa material agar rumah warga dapat kembali digunakan.Pembukaan lahan hunian tetap (huntap) untuk perencanaan pembangunan tempat tinggal jangka panjang bagi warga terdampak. Pengerjaan dilakukan menggunakan alat berat dan koordinasi dengan relawan setempat.Penyediaan dukungan dasar masyarakat, termasuk dapur lapangan dan layanan kebersamaan masyarakat di posko bantuan yang menjadi titik koordinasi kegiatan pemuliha.

Kontribusi dalam Pemulihan Lebih Luas

Usaha Brimob dan aparat gabungan ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan besar yang tengah berlangsung di wilayah Sumatera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa lebih dari 1.000 unit huntara diajukan oleh daerah terdampak banjir dan longsor di provinsi ini, dengan ratusan unit sudah dalam proses pembangunan.