Mensos Ungkap 34 Bencana Terjadi di Awal 2026, Ratusan Ribu Warga Terdampak
Liaa - Tuesday, 27 January 2026 | 08:37 AM


Kementerian Sosial Republik Indonesia menyampaikan bahwa sejak awal Januari hingga pekan keempat tahun 2026, Indonesia telah mengalami 34 kejadian bencana alam dengan intensitas dan dampak yang bervariasi. Penyampaian data tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan resmi terbaru di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Jenis bencana yang menyeruak pada bulan pertama tahun ini meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, kebakaran pemukiman, serta angin puting beliung. Dari seluruh kejadian tersebut, banjir menjadi yang paling dominan dan paling berdampak, terutama di Pulau Jawa yang saat ini memasuki periode cuaca ekstrem akibat peningkatan curah hujan.
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi dengan 17 titik bencana, disusul wilayah lain yakni Sumatera (2 titik), Kalimantan (4 titik), Bali–Nusa Tenggara (3 titik), Sulawesi (6 titik), serta Maluku (2 titik). Situasi ini menunjukkan bahwa bencana tersebar hampir di seluruh wilayah administratif utama Indonesia.
Menurut Kemensos, lebih dari 110.000 warga tercatat terdampak, baik secara langsung melalui pengungsian maupun melalui gangguan aktivitas sosial dan ekonomi akibat banjir dan longsor yang merusak infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, serta fasilitas pendidikan.
Dalam tahap penanganan darurat, pemerintah mengerahkan dinas sosial daerah, BNPB, BPBD, TNI/Polri, serta relawan kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Mekanisme tanggap darurat yang berjalan meliputi penyaluran logistik, operasional dapur umum, pendirian tenda evakuasi, serta distribusi kebutuhan medis dan sanitasi.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga tengah menyiapkan program lanjutan berupa bantuan isian rumah, jaminan hidup untuk warga terdampak, hingga santunan bagi keluarga korban meninggal dunia. Program pemulihan ditargetkan berjalan beriringan dengan mitigasi lanjutan karena cuaca ekstrem diproyeksikan masih berpotensi berlanjut hingga beberapa minggu ke depan.
Menteri Sosial menegaskan bahwa kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan seiring meningkatnya risiko hidrometeorologis di awal tahun.
Next News

Dingin China menggigit, Kakek-Nenek Indonesia asal Aceh terus melaju menuju Zhangye
in 3 hours

Sumut Raih Peringkat 5 MTQN XXXI 2026, Sejumlah Peserta Raih Gelar Terbaik
in 2 hours

47 Hunian Tetap di Humbahas Mulai Dibangun Awal Oktober 2026
15 hours ago

Operasi Pasar Ayam Segar di Medan, Harga Dipatok Rp40.000 per Kilogram
15 hours ago

Bulog Sumut: Penyaluran bantuan pangan kepada KPM capai 76,16 persen
19 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumut Selasa 22 September 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
a day ago

Pemprov Sumut Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia, Target Vaksinasi 15.000 Hewan
2 days ago

Bupati Gus Irawan Lantik 38 Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Tapsel
2 days ago

DPRD Tapanuli Selatan Gelar Rapat Paripurna PAW, H. Muhammad Yusuf Siregar Resmi Dilantik
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Senin 21 September 2026, Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Lebat
2 days ago





