Pemprov Sumut Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil Menjelang Ramadhan
Nanda - Friday, 23 January 2026 | 04:52 AM


Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan kondisi harga bahan pokok tetap stabil menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kepastian tersebut didukung oleh ketersediaan stok pangan yang dinilai mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, mengatakan Pemprov telah melakukan berbagai langkah intervensi melalui Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop).
"Stok pangan di Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi surplus. Karena itu, menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri, kami optimistis harga bahan pokok dapat terjaga dan tetap stabil," ujar Timur di Medan, Kamis.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun lalu Sumatera Utara mencatat surplus produksi beras dengan total mencapai lebih dari 2,22 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga terdapat kelebihan stok sekitar 520 ribu ton.
"Kondisi ini menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah penyangga dan pemasok beras bagi provinsi lain," katanya.
Selain beras, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga berada dalam kondisi surplus. Produksi cabai merah tercatat sekitar 134 ribu ton, jagung 135 ribu ton, dan cabai rawit mencapai 65 ribu ton.
Meski demikian, Timur mengakui harga cabai merah masih berpotensi mengalami fluktuasi. Hal itu dipengaruhi oleh distribusi cabai ke provinsi lain yang menawarkan harga jual lebih tinggi.
"Untuk cabai merah, memang terkadang terjadi fluktuasi karena sebagian hasil panen dijual keluar daerah. Oleh karena itu, kami melakukan intervensi saat masa panen agar stok dan harga tetap terkendali," jelasnya.
Pemprov Sumut juga memperkuat produksi pangan melalui pengembangan kawasan unggulan tanaman padi di lima kabupaten/kota, antara lain Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Asahan. Sementara kawasan unggulan cabai merah dikembangkan di Kabupaten Karo dan Batu Bara.
"Kawasan-kawasan ini kami dukung mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk, hingga bibit, agar produksi tetap surplus," ujarnya.
Selain menjaga produksi, Pemprov Sumut juga melakukan pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Berdasarkan data, sekitar 31.123 hektare lahan pertanian terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
"Di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, terdapat sekitar 94 hektare lahan yang rusak dan langsung kami tangani. Penanaman kembali sudah dilakukan dan bibit telah disalurkan kepada petani," pungkas Timur.
Next News

4.638 Warga Sumut Masih Mengungsi Dampak Bencana Hidrometeorologi
in 6 hours

BMKG Peringatkan Gelombang Hingga 4 Meter di Perairan Sumut, Berlangsung 14–16 Februari 2026
17 hours ago

Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari 2026, Kemenag RI Pastikan Hisab dan Rukyat Terpadu
20 hours ago

Sepanjang 2025, Sumut Catat 1.975 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan, Mayoritas Korban Anak
20 hours ago

Gubernur Bobby Nasution Resmikan Jembatan Noyo di Nias Barat, Perkuat Konektivitas Kepulauan Nias
18 hours ago

Labkesmas Padanglawas Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026, Fasilitas dan SDM Masih Disiapkan
2 days ago

Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit
3 days ago

Dua Kepala Dinas Pemprov Sumut Resmi Mundur, Plh Langsung Ditunjuk
3 days ago

TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Dipusatkan di Sangkunur, Dorong Pembangunan Desa dan Kesejahteraan Warga
3 days ago

Pemprov Sumut Akan Surati PPATK Terkait Data ASN Terlibat Judi Online Tahun 2025
4 days ago




