Pemerintah Tetapkan MBG Hanya Saat Hari Sekolah, Libur Tak Lagi Diberikan ke Siswa
RAU - Friday, 03 April 2026 | 09:57 AM


Jakarta – Pemerintah resmi memutuskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa hanya akan diberikan pada hari-hari efektif sekolah dan tidak lagi disalurkan saat masa libur.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi lintas kementerian dan lembaga dalam rapat koordinasi terbatas yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa sebelumnya MBG diberikan selama enam hari, termasuk saat hari libur. Namun, hasil evaluasi menunjukkan pola tersebut dinilai kurang efektif.
"Dalam rangka perbaikan dan efektivitas pelaksanaan, sebelumnya enam hari termasuk hari libur juga diberikan. Ternyata kurang efektif. Maka diputuskan MBG diberikan pada hari sekolah, lima hari sesuai kehadiran siswa. Saat libur, termasuk libur Lebaran, tidak ada penyaluran untuk siswa," ujar Zulkifli Hasan.
Distribusi untuk Kelompok 3B Tetap Berjalan
Meski penyaluran bagi siswa disesuaikan, pemerintah memastikan distribusi MBG untuk kelompok prioritas tetap berjalan sesuai pedoman yang berlaku.
Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 52.1 Tahun 2025, kelompok 3B—yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita—tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender akademik.
Sementara itu, siswa dan santri dapat memperoleh paket MBG selama masa libur apabila sekolah atau pesantren bersedia hadir dan mengikuti mekanisme distribusi yang telah ditetapkan.
Perhatian Khusus untuk Daerah 3T dan Wilayah Stunting Tinggi
Pemerintah juga menegaskan adanya perlakuan khusus bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta wilayah dengan angka stunting tinggi.
Menurut Zulkifli Hasan, penyaluran MBG di daerah tersebut akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, baik dari sisi kualitas menu maupun jumlah hari pemberian.
"Untuk daerah 3T dan wilayah dengan stunting tinggi tentu ada penanganan khusus. Selain lima hari sekolah, jika diperlukan bisa ditambah satu hari lagi karena tingkat stunting atau kemiskinan yang tinggi. Itu menjadi perlakuan khusus," jelasnya.
MBG untuk Ibu dan Balita Dinilai Berjalan Baik
Menko Pangan juga memastikan bahwa sejauh ini pelaksanaan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan signifikan karena dinilai telah berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa program tersebut sangat penting dalam mendukung kualitas generasi mendatang.
"Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sangat penting karena menentukan masa depan anak-anak kita dan masa depan Indonesia. Saat ini tidak ada perubahan," ujarnya.
Next News

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
16 hours ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
17 hours ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
8 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
8 hours ago

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
2 days ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
a day ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
a day ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
a day ago

Gus Irawan Ajak Warga Saipar Dolok Hole Perangi Narkoba dan Rentenir, Dorong Pengajian Jadi Kekuatan Bangkitkan Ekonomi
2 days ago

Gus Irawan Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Kekerasan Anak, dan Ketidakadilan Gender, Kunci Wujudkan Tapsel Layak Anak
2 days ago




