Sejarah Jam Gadang Bukittinggi: Ikon Legendaris Sumatera Barat, Hadiah Ratu Belanda & Mesin Kembar Big Ben
Tata - Thursday, 21 May 2026 | 01:32 PM


Jam Gadang, Ikon Abadi Bukittinggi
Di tengah Kota Bukittinggi, berdiri megah sebuah menara jam bersejarah yang menjadi ikon utama daerah tersebut, yaitu Jam Gadang. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebanggaan masyarakat Minangkabau, serta titik nol kota.
Menara ini memiliki tinggi sekitar 26 meter dan berdiri di kawasan taman kota yang ramai dikunjungi wisatawan. Hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi salah satu landmark paling terkenal di Sumatera Barat.
Sejarah Pembangunan Jam Gadang
1. Hadiah dari Ratu Belanda
Sejarah Jam Gadang berawal dari masa pemerintahan Hindia Belanda. Bangunan ini disebut-sebut sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada pejabat kolonial di Bukittinggi, yakni HR Rookmaaker yang saat itu menjabat sebagai sekretaris kota (controleur).
Pemberian ini menjadikan Jam Gadang sebagai simbol hubungan kolonial pada masa itu, sekaligus penanda penting perkembangan kota Bukittinggi.
2. Arsitektur Minangkabau yang Unik
Menariknya, pembangunan menara ini melibatkan arsitek lokal Minangkabau, yaitu Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Proyek ini selesai pada tahun 1926 dengan biaya sekitar 3.000 gulden, angka yang sangat besar pada masa tersebut.
Keunikan Jam Gadang juga terletak pada material bangunannya. Menara ini tidak menggunakan besi atau semen modern, melainkan campuran tradisional seperti:
- Batu kapur
- Putih telur
- Pasir
Campuran ini menunjukkan kecerdasan teknik bangunan tradisional yang masih kokoh hingga saat ini.
Struktur Bangunan Jam Gadang
Menara ini memiliki empat tingkat utama dengan fungsi berbeda:
- Lantai 1: Ruang petugas atau staf pengelola
- Lantai 2: Tempat bandul jam
- Lantai 3: Ruang mesin jam utama
- Lantai 4: Tempat lonceng dan mekanisme puncak jam
Desain bertingkat ini membuat Jam Gadang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kompleks secara teknis.
Fakta Menarik Jam Gadang
Beberapa hal yang membuat Jam Gadang semakin istimewa:
- Memiliki mesin jam yang disebut-sebut mirip dengan sistem Big Ben di London
- Menjadi pusat orientasi (zero point) Kota Bukittinggi
- Selalu menjadi latar utama foto wisatawan
- Terpampang pada berbagai suvenir khas Sumatera Barat
Jam Gadang adalah lebih dari sekadar bangunan bersejarah. Ia merupakan perpaduan antara warisan kolonial, keahlian arsitektur lokal, dan identitas budaya Minangkabau yang terus hidup hingga sekarang.
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
11 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
in 40 minutes

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
in 36 minutes

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
an hour ago

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
an hour ago

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
an hour ago

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
an hour ago

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
an hour ago

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
an hour ago

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
an hour ago





