Mendagri: Pemerintah setujui Rp100 T untuk pemulihan permanen Sumatera
Laila - Monday, 25 May 2026 | 07:29 PM


Pemerintah Siapkan Rp100,16 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera
Pemerintah menyetujui anggaran sebesar Rp100,16 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pasca bencana di wilayah Sumatera. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama periode 2026 hingga 2028.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera menyampaikan bahwa proses penanganan kini telah memasuki tahap ketiga, yakni pemulihan permanen.
"Saat ini rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera telah memasuki tahap pemulihan permanen setelah melewati masa tanggap darurat dan masa transisi," ujar Tito usai menghadiri rapat Satgas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyusun rencana induk (Renduk) pembangunan berdasarkan pendataan dari seluruh daerah terdampak bencana di Sumatera. Rencana tersebut kemudian diajukan dan telah memperoleh persetujuan pemerintah serta dilaporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Anggaran Dibagi Selama Tiga Tahun
Berdasarkan rencana induk tersebut, total anggaran Rp100,16 triliun akan dialokasikan dalam tiga tahun anggaran.
Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp38,9 triliun. Selanjutnya pada tahun 2027 dialokasikan Rp32,9 triliun, sedangkan pada tahun 2028 sebesar Rp28,2 triliun.
"Total keseluruhannya sekitar Rp100,1 triliun untuk tiga tahun pelaksanaan," kata Tito.
Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Sebagian besar anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut akan dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terutama untuk pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak.
Menurut Tito, total anggaran yang dikelola Kementerian PU mencapai sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun pelaksanaan program.
"Kementerian PU memperoleh alokasi terbesar karena fokus pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga pengendalian sungai," ujarnya.
Lebih dari 11 Ribu Kegiatan Pembangunan
Dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi permanen itu, pemerintah telah merancang sebanyak 11.512 kegiatan pembangunan.
Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, sekolah, fasilitas umum, hingga pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Tito menjelaskan bahwa setiap tahun pelaksanaan memiliki skala prioritas tersendiri. Sejumlah proyek yang dinilai belum mendesak akan diselesaikan pada tahap akhir program.
"Misalnya penanganan sungai yang tinggal penyelesaian bagian akhir, itu direncanakan pada tahun 2027," jelasnya.
Next News

Piala AFF 2026 Resmi Dimulai, Timnas Indonesia Bersiap Jalani Laga Perdana
in 3 hours

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan 16.500 Benih Ikan dan 2,9 Ton Pakan untuk Pokdakan Dolok Marombun
7 hours ago

PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 Pilih Tapsel sebagai Lokus Visitasi Kepemimpinan Adaptif Penanggulangan Bencana
7 hours ago

Panen Perdana Semangka Kelompok Tani Mustahik Binaan BAZNAS Tapsel Dukung Kebutuhan SPPG
7 hours ago

Bupati Gus Irawan Dorong Keluarga Jadi Benteng Narkoba dan Judi Online, Ekonomi Diperkuat dengan Zakat Produktif
7 hours ago

Bupati Gus Irawan Serahkan Bantuan KAT, Dorong Angkola Barat Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat
7 hours ago

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat 24 Juli 2026: Bibit Siklon 92W Menguat, 9 Provinsi Waspada Hujan
7 hours ago

Dukung Atlet Akuatik, Bupati Deli Serdang Rencanakan Bangun Kolam Renang Berstandar Prestasi 2027
a day ago

Menkomdigi sebut 10 juta pengguna telah registrasi kartu SIM biometrik
a day ago

HAN 2026 gaungkan gerakan Main Raya Anak Nusantara
a day ago





