Pemerintah Tetapkan 1 Hari WFH Imbas Lonjakan Harga Minyak, Pengumuman Segera Dilakukan
RAU - Saturday, 28 March 2026 | 04:53 AM


Pemerintah resmi menetapkan kebijakan satu hari kerja dari rumah atau work from home (WFH) dalam sepekan sebagai langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan keputusan tersebut telah ditetapkan dan pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Pokoknya sudah ditetapkan pekan ini," ujar Airlangga usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima investor asal Amerika Serikat, Ray Dalio, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Airlangga menegaskan pengumuman jadwal pelaksanaan WFH tidak akan melewati bulan Maret. Menurutnya, waktu yang tersisa masih cukup untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada publik.
"Secepatnya. Bulan ini kan tinggal beberapa hari lagi, jadi masih ada waktu," katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Presiden terus memantau langsung pembahasan kebijakan tersebut. Ia memastikan pengumuman teknis akan disampaikan oleh Menko Perekonomian.
"WFH sudah. Pak Presiden monitor langsung. Ini sebentar lagi diumumkan oleh Pak Menko Perekonomian," ujarnya singkat.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai kebijakan satu hari WFH dapat menjadi langkah taktis jangka pendek untuk menekan konsumsi energi. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dijadikan solusi tunggal atas persoalan kenaikan harga minyak global.
"Gagasan ini baik sebagai langkah taktis jangka pendek, tetapi tidak boleh diperlakukan sebagai solusi tunggal atas persoalan tingginya harga minyak," kata Aria Bima.
Ia memahami pemerintah tengah mengkaji skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), pegawai swasta, hingga pemerintah daerah sebagai respons atas gejolak harga minyak dunia. Kenaikan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah berharap kebijakan WFH ini dapat membantu mengurangi mobilitas harian, menekan konsumsi BBM, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Next News

Tiket Medan–Jakarta Ludes Saat Arus Balik, Ribuan Calon Penumpang Tertahan di Bandara Kualanamu
2 hours ago

Charging Port Kendaraan Listrik Hadir di Kantor Pos Natal, Dukung Ekosistem EV di Mandailing Natal
a day ago

Rumah Sakit di Medan Tunggu Arahan Resmi soal WFH Satu Hari dalam Sepekan
a day ago

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait Serahkan 120 Huntap di Tapsel, Pemulihan Pascabencana Dipuji Tercepat Nasional
2 days ago

TP PKK Tapanuli Selatan Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Calon Penghuni Huntap di Batangtoru
2 days ago

Bobby Nasution Wacanakan One Day No Car untuk ASN Pemprov Sumut, Masih Tahap Kajian
3 days ago

ASN Pemprov Sumut Kembali Masuk Kerja Terapkan Sistem WFO dan WFH Usai Lebaran
4 days ago

Bupati Gus Irawan Pasaribu Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Tekankan Percepatan Pemulihan Tapsel
4 days ago

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Salat Idul Fitri di Sipirok, Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan
7 days ago

15.158 Narapidana di Sumut Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, 129 Orang Langsung Beba
7 days ago





