Kamis, 28 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

BPBD Samosir Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem hingga Awal Juni

RAU - Thursday, 28 May 2026 | 04:40 PM

Background
BPBD Samosir Siaga Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem hingga Awal Juni

Analisadaily.com, Samosir — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, pada periode 25 Mei hingga 1 Juni 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, mengatakan imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan terkait prospek cuaca mingguan di Sumatera Utara.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Sumut saat ini masih dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer yang meningkatkan suplai uap air dan mendukung pembentukan awan hujan. Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera turut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi angin dari kawasan pegunungan hingga pantai barat Sumatera Utara.

"Kondisi labilitas atmosfer yang cukup kuat mendukung terbentuknya awan hujan pada sore hingga malam hari," ujar BPBD mengutip keterangan BMKG, Rabu (27/5/2026).

Memasuki pertengahan tahun, Kabupaten Samosir juga mulai dipengaruhi angin baratan yang cenderung kering dan bertiup cukup kencang. Kondisi ini menyebabkan suhu udara pada siang hari terasa lebih panas dan perubahan cuaca berlangsung lebih cepat.



BPBD memperkirakan wilayah Samosir berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari, yang dapat disertai petir dan angin kencang. Cuaca dinamis tersebut juga dinilai dapat memicu berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

Beberapa dampak yang diantisipasi antara lain pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, longsor di daerah perbukitan dan tebing jalan, genangan di titik rawan drainase, hingga gangguan transportasi darat dan penyeberangan danau akibat cuaca ekstrem.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Samosir meningkatkan kesiapsiagaan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC), melakukan pemantauan berkala di wilayah rawan bencana, serta menyiagakan peralatan dan logistik kebencanaan.

Koordinasi juga terus diperkuat bersama BMKG, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, desa, hingga relawan kebencanaan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan lebat, menghindari berteduh di bawah pohon dan baliho, serta menggunakan pelindung diri saat cuaca panas. Warga juga diminta memangkas ranting pohon yang rawan tumbang, membersihkan saluran drainase, dan rutin memantau informasi resmi BMKG maupun BPBD terkait perkembangan cuaca.



"Segera melaporkan kejadian bencana atau kondisi darurat kepada pemerintah desa, kecamatan, atau BPBD Kabupaten Samosir," kata Sarimpol.

Sementara itu, BMKG Wilayah I Medan mencatat dalam sepekan terakhir sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Samosir.