Selasa, 30 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Liaa - Tuesday, 30 June 2026 | 07:08 AM

Background
Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengapa Kuku Bisa Menjadi Rapuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kuku yang sehat umumnya terasa kuat, permukaannya halus, dan tidak mudah patah. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kuku rapuh sehingga mudah retak, pecah, atau mengelupas. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya kebiasaan yang kurang tepat atau bahkan masalah kesehatan tertentu.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat kuku menjadi rapuh?

Apa Itu Kuku Rapuh?

Kuku rapuh adalah kondisi ketika kuku kehilangan kekuatan alaminya sehingga mudah patah, terbelah, atau mengelupas. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai brittle nails.

Pada banyak kasus, kuku rapuh bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, jika terjadi terus-menerus atau disertai perubahan warna dan bentuk kuku, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.

Penyebab Kuku Menjadi Rapuh

1. Terlalu Sering Terkena Air

Kuku yang terlalu sering terkena air, terutama dalam waktu lama, dapat mengalami perubahan struktur sehingga menjadi lebih mudah patah.



Kebiasaan mencuci piring, mencuci pakaian, atau pekerjaan yang membuat tangan sering basah dapat meningkatkan risiko kuku rapuh.

2. Paparan Bahan Kimia

Sabun yang keras, deterjen, cairan pembersih rumah tangga, hingga penghapus kuteks yang mengandung aseton dapat menghilangkan minyak alami pada kuku.

Akibatnya, kuku menjadi kering dan lebih mudah retak.

3. Kekurangan Nutrisi

Kuku membutuhkan berbagai nutrisi agar tetap sehat, seperti:

  • Protein
  • Zat besi
  • Zinc
  • Vitamin B kompleks, terutama biotin
  • Vitamin A, C, dan E

Kekurangan salah satu nutrisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan serta kekuatan kuku.



4. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, kadar minyak dan kelembapan alami pada kuku cenderung berkurang. Hal ini membuat kuku menjadi lebih tipis dan mudah rapuh.

5. Penggunaan Kuteks dan Gel Polish Berlebihan

Menggunakan kuteks, gel polish, atau kuku akrilik secara terus-menerus tanpa jeda dapat membuat kuku kehilangan kelembapan alaminya.

Proses pemasangan maupun pelepasan kuku buatan juga berpotensi merusak lapisan kuku.

6. Kebiasaan Menggigit Kuku

Menggigit kuku tidak hanya merusak bentuk kuku, tetapi juga dapat menyebabkan lapisan kuku menjadi tipis sehingga lebih mudah patah.

7. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, kuku rapuh dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan, seperti:



  • Anemia akibat kekurangan zat besi.
  • Gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme.
  • Psoriasis.
  • Infeksi jamur pada kuku.
  • Eksim pada tangan.

Jika kuku rapuh muncul bersamaan dengan gejala lain, pemeriksaan medis mungkin diperlukan.

Tanda-Tanda Kuku Rapuh

Beberapa ciri kuku rapuh antara lain:

  • Mudah patah meski terkena benturan ringan.
  • Ujung kuku mudah terbelah.
  • Lapisan kuku mengelupas.
  • Permukaan kuku tampak tipis.
  • Kuku terasa kering dan kusam.

Cara Mengatasi Kuku Rapuh

Jaga Kelembapan Kuku

Gunakan pelembap tangan atau minyak kutikula secara rutin, terutama setelah mencuci tangan.

Gunakan Sarung Tangan

Saat mencuci piring atau menggunakan bahan pembersih rumah tangga, gunakan sarung tangan agar kuku tidak terlalu sering terkena air dan bahan kimia.

Konsumsi Makanan Bergizi

Perbanyak makanan yang kaya protein, zat besi, zinc, serta vitamin untuk mendukung pertumbuhan kuku yang sehat.



Hindari Penggunaan Aseton Berlebihan

Jika sering menggunakan kuteks, pilih penghapus kuteks yang lebih lembut dan bebas aseton bila memungkinkan.

Potong Kuku Secara Teratur

Menjaga kuku tetap pendek dapat mengurangi risiko patah dan retak.

Beri Waktu Istirahat dari Kuteks

Sesekali biarkan kuku tanpa lapisan cat agar dapat mempertahankan kelembapan alaminya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Kuku rapuh tidak membaik meski sudah dirawat.
  • Kuku berubah warna menjadi kuning, hitam, atau kebiruan.
  • Kuku menebal atau berubah bentuk.
  • Muncul nyeri, bengkak, atau keluar cairan.
  • Kuku rapuh disertai rambut rontok, tubuh mudah lelah, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah penyebabnya berkaitan dengan kekurangan nutrisi atau kondisi medis tertentu.



Apakah Suplemen Biotin Selalu Dibutuhkan?

Biotin sering dikaitkan dengan kesehatan kuku karena berperan dalam pembentukan keratin, yaitu protein utama penyusun kuku. Pada sebagian orang dengan kuku rapuh, suplementasi biotin dapat membantu memperkuat kuku.

Namun, tidak semua kasus kuku rapuh disebabkan oleh kekurangan biotin. Oleh karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan agar manfaatnya lebih tepat.

Kesimpulan

Kuku rapuh umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor sehari-hari, seperti terlalu sering terkena air, paparan bahan kimia, kebiasaan menggigit kuku, hingga kurangnya asupan nutrisi. Meski sering kali tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan kuku.

Dengan menjaga pola makan bergizi, melindungi kuku dari paparan bahan kimia, serta memberikan perawatan yang tepat, kuku dapat tumbuh lebih kuat dan sehat. Jika kuku rapuh berlangsung lama atau disertai perubahan yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya secara pasti.