Selasa, 10 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Menata Pola Tidur di Tengah Era Digital

Tata - Monday, 09 February 2026 | 06:37 AM

Background
Menata Pola Tidur di Tengah Era Digital

Tidur yang berkualitas adalah bagian penting dari kesehatan. Gangguan tidur seperti kesulitan untuk tertidur atau sering terbangun selama malam bisa berdampak pada suasana hati, konsentrasi, dan bahkan sistem imun. Kadang, penyebabnya tidak hanya stres, tetapi juga paparan cahaya biru dari layar gadget yang terus-menerus, yang mengganggu produksi hormon melatonin—hormon yang membantu tubuh bersiap untuk tidur.

Berikut ini adalah strategi praktis berbasis riset yang bisa kamu terapkan untuk mengatur pola tidur, terutama ketika gangguan datang dari kebiasaan menggunakan perangkat digital sebelum tidur:

1. Tetapkan Waktu Tidur yang Konsisten

Menjaga waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari membantu tubuh mengatur ritme sirkadian—jam biologis internal yang menentukan kapan kita merasa ngantuk dan bangun. Konsistensi ini membantu tubuh mengenali kapan ia harus mulai bersiap tidur, sehingga tidur lebih cepat dan berkualitas.

2. Buat Zona Bebas Gadget Menjelang Tidur

Paparan layar sebelum tidur membuat otak tetap terjaga dan menekan produksi melatonin.

Disarankan untuk mematikan perangkat digital setidaknya 30–60 menit sebelum tidur agar otak punya waktu menurunkan kewaspadaan. Menetapkan "no screen rule" bisa menenangkan sistem saraf dan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.

3. Gunakan Mode Malam & Filter Cahaya Biru

Jika sulit menghindari layar sepenuhnya, fitur night mode atau blue light filter pada perangkat bisa membantu mengurangi paparan cahaya biru yang mengganggu ritme tidur. Ini sedikit menolong produksi melatonin, meskipun solusi terbaik tetap mengurangi waktu layar secara keseluruhan.

4. Rutinitas Menjelang Tidur yang Menenangkan

Menggantikan scrolling dengan kegiatan yang lebih menenangkan bisa memicu tubuh untuk bersiap tidur. Misalnya:

membaca buku fisik, mandi air hangat, peregangan ringan, meditasi atau pernapasan dalam

Aktivitas semacam ini memberi sinyal pada otak bahwa hari kerja sudah selesai dan kini saatnya istirahat.

5. Atur Lingkungan Tidur yang Kondusif

Kamar tidur yang gelap, sejuk, dan tenang mempercepat tidur karena tubuh lebih mudah memproduksi melatonin dan mengurangi gangguan eksternal. Lampu berwarna hangat atau redup dapat membantu tubuh bertransisi dari siang yang terang ke suasana santai malam hari.

6. Perhatikan Aktivitas Siang Hari

Aktivitas fisik seperti olahraga ringan di pagi atau sore hari dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Olahraga meningkatkan kelelahan fisik yang sehat, namun hindari aktivitas yang terlalu intens dekat dengan waktu tidur, karena itu justru bisa membuat tubuh tetap terjaga.

7. Hindari Kafein dan Makanan Berat Sebelum Tidur

Kafein dan makanan berat yang dikonsumsi beberapa jam sebelum tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk rileks. Menghindari minuman berkafein setelah sore dan memilih makanan ringan di malam hari membantu perut tidak terasa penuh ketika tubuh seharusnya beristirahat.

8.Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Beberapa orang menemukan manfaat dari menulis jurnal, aromaterapi (mis. lavender), atau teh herbal seperti chamomile sebelum tidur. Aktivitas sederhana ini merangsang rasa tenang dan memberi jeda dari rutinitas digital yang memicu kewaspadaan mental.