Samosir, Panggung Budaya Nusantara: Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia Jadi Bukti Warisan Lokal yang Hidup
Tata - Monday, 09 February 2026 | 09:20 AM


Kabupaten Samosir di Provinsi Sumatera Utara dipercaya oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Apresiasi/Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia Tahun 2025. Puncak acara dilaksanakan pada 7 Februari 2026 di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, menandai pengakuan resmi bagi desa-desa yang berhasil menjaga dan mengembangkan tradisi budaya lokal dalam konteks pembangunan desa dan kehidupan komunitas.
Dalam kegiatan ini, lima desa budaya terpilih diumumkan:
Desa Cibaliung (Kabupaten Pandeglang, Banten)
Desa Duarato (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur)
Desa Suak Timah (Kabupaten Aceh Barat, Aceh)
Desa Tanjung Isuy (Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur)
Desa Tebat Patah (Kabupaten Muaro Jambi, Jambi)
Kelima desa tersebut dinilai berhasil memadukan ekspresi budaya lokal dengan dinamika pembangunan berkelanjutan, memperlihatkan bahwa budaya desa bukan sekadar heritage pasif, tetapi kekuatan sosial-ekonomi yang hidup.
Bupati Vandiko T. Gultom menyatakan bahwa terpilihnya Samosir sebagai lokasi penganugerahan merupakan bentuk kepercayaan negara kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus merawat nilai-nilai budaya yang hidup di tengah keseharian. Ia menekankan bahwa Samosir dikenal bukan hanya karena panorama Danau Toba, tetapi juga karena tradisi Batak yang kuat, termasuk musik, upacara adat, seni pertunjukan, dan kearifan lokal yang masih dijaga turun-temurun.
Menurut Bupati, Samosir juga memiliki sekitar 83 objek cagar budaya yang tersebar di kabupaten tersebut, dan pemerintah daerah berkomitmen melakukan pelestarian berkelanjutan serta mengajukan beberapa situs untuk status yang lebih tinggi di tingkat nasional atau provinsi.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa desa budaya yang mendapat apresiasi adalah contoh nyata kekayaan budaya Indonesia yang memiliki keragaman ekspresi budaya tingkat tinggi, atau mega diversity. Ia mengajak semua pihak untuk melihat bahwa budaya bukan hanya warisan yang diam, melainkan energi sosial yang bisa menjadi kekuatan pembangunan nasional.
Ia juga mengapresiasi kemampuan Samosir dalam menyelenggarakan acara ini dan mengundang masyarakat luas untuk menjelajahi kekayaan sejarah Batak, termasuk situs-situs seperti Gunung Pusuk Buhit, yang menurut kepercayaan merupakan tempat asal peradaban Batak.
Acara ini diperkuat oleh dukungan legislatif melalui Anggota DPR RI dari Komisi X, Sabam Sinaga, yang menyatakan akan mendorong pemerintah pusat untuk tetap memberi perhatian pada pemajuan kebudayaan desa serta potensi pariwisata berbasis budaya yang ada di Samosir dan sekitarnya.
Next News

Misteri Lem Korea: Kok Bisa Doi Gak Nempel di Wadahnya Sendiri?
23 minutes ago

Bahaya Mandi Saat Badan Masih Berkeringat, Mitos atau Fakta?
28 minutes ago

Mengenal Asal Usul Keringat: Mekanisme Alami Tubuh dalam Mengatur Suhu dan Emosi
33 minutes ago

Penyebab Tubuh Bergetar dan Menggigil Saat Suhu Udara Rendah
38 minutes ago

Waktu pilek pasti ingus keluarkan, tapi sebenarmya itu berasal darama sih?
43 minutes ago

Waktu dikagetin saat cegukan pasti cegukannya bisa hilang, tapi kok bisa?
2 hours ago

Ketika makan es krim kepala jadi dingin dam sakitkan padahallam yang menguntah gigi?
2 hours ago

Olahraga membuat badan jadi sehatlan?, tapu waktu serelah olahraga badan jadi pegal?
2 hours ago

Kenapa Pisang Yang Di duamkan dengan karbit bisa matang sempurna, Padahalkan cuma di diamkan aja kan?
2 hours ago

Kenapa Bendera Nepal Tidak Berbentuk Kotak Seperti Negara Lain?
2 hours ago





