Senin, 9 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Usus yang Tenang, Tubuh pun Seimbang

Tata - Monday, 09 February 2026 | 08:38 AM

Background
Usus yang Tenang, Tubuh pun Seimbang

Di tengah gaya hidup modern, banyak orang mengalami keluhan pencernaan seperti kembung, konstipasi, diare ringan, atau rasa tidak nyaman setelah makan. Keluhan ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda bahwa keseimbangan sistem pencernaan terganggu.

Menurut Harvard Medical School, lebih dari 70% sistem imun manusia berhubungan langsung dengan saluran cerna, sehingga kesehatan pencernaan berpengaruh luas pada kondisi tubuh secara keseluruhan.

Berikut tips dan trik berbasis ilmiah untuk menjaga kesehatan pencernaan di tengah pola makan modern:

1. Perbanyak Serat, Tapi Bertahap

Serat membantu pergerakan usus dan memberi "makanan" bagi bakteri baik di dalam usus (gut microbiota). Namun, peningkatan serat yang terlalu cepat justru bisa menyebabkan kembung.

Sumber serat yang dianjurkan:

sayur hijau, buah (pepaya, apel, pir),kacang-kacangan,biji-bijian utuh

WHO dan Harvard Health menyarankan konsumsi serat sekitar 25–30 gram per hari untuk orang dewasa, ditingkatkan secara perlahan agar usus beradaptasi.

2. Jaga Keseimbangan Mikrobiota Usus

Usus manusia dihuni triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam pencernaan, kekebalan, dan bahkan suasana hati. Konsumsi makanan fermentasi dapat membantu menjaga keseimbangan ini.

Contoh makanan fermentasi:

yoghurt dengan kultur aktif,tempe,kimchi

,kefir

Menurut National Institutes of Health (NIH), mikrobiota usus yang seimbang berperan dalam menurunkan peradangan dan meningkatkan fungsi metabolik tubuh.

3. Batasi Gula & Kafein Berlebih

Konsumsi gula berlebihan dapat memicu pertumbuhan bakteri "jahat" di usus, sementara kafein berlebih dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mempercepat pergerakan usus secara tidak alami.

American Gastroenterological Association menyebutkan bahwa konsumsi kopi berlebihan, terutama saat perut kosong, dapat memperparah keluhan seperti gastritis dan irritable bowel syndrome (IBS).

4. Cukup Minum Air, Tapi Jangan Sekadar Banyak

Air membantu melunakkan feses dan memperlancar pergerakan usus. Namun, minum air sebaiknya dibagi sepanjang hari, bukan dalam jumlah besar sekaligus.

Mayo Clinic menekankan bahwa dehidrasi ringan sekalipun dapat memperlambat kerja usus dan memicu konstipasi.

5. Kelola Stres, Karena Usus Punya "Otak Kedua"

Usus memiliki sistem saraf sendiri yang disebut enteric nervous system, sering dijuluki the second brain. Stres kronis dapat mengganggu komunikasi antara otak dan usus, memicu gangguan pencernaan.

Penelitian dalam jurnal Nature Reviews Gastroenterology menunjukkan bahwa stres psikologis berperan besar dalam gangguan pencernaan fungsional seperti IBS.

Teknik sederhana yang membantu:

pernapasan dalam,jalan santai

,yoga ringan,journaling

6. Makan Teratur & Jangan Terlalu Larut Malam

Makan tidak teratur dan terlalu malam mengganggu ritme pencernaan. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sebelum masuk fase istirahat.

Cleveland Clinic menyarankan memberi jeda minimal 2–3 jam antara makan malam dan waktu tidur untuk mencegah refluks asam dan gangguan pencernaan.

7. Bergerak Setiap Hari, Walau Ringan

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 20–30 menit per hari membantu merangsang pergerakan usus. Gaya hidup terlalu sedentari terbukti berkaitan dengan meningkatnya keluhan konstipasi.