Kenapa Tubuh Terasa Lebih Sakit Saat Malam Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Tata - Wednesday, 11 February 2026 | 06:17 AM


Fenomena meningkatnya rasa nyeri di malam hari bukan sekadar sugesti. Secara biologis, tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian, yaitu jam biologis 24 jam yang mengatur tidur, hormon, suhu tubuh, hingga respons imun.
Salah satu faktor utama adalah hormon kortisol. Kortisol memiliki efek anti-inflamasi alami dan biasanya berada pada kadar tertinggi di pagi hari, lalu menurun secara bertahap hingga malam. Menurut penelitian dalam Nature Reviews Rheumatology, penurunan kadar kortisol pada malam hari dapat membuat proses inflamasi terasa lebih intens, terutama pada penderita radang sendi atau nyeri kronis.
Selain itu, tubuh juga memproduksi lebih banyak sitokin pro-inflamasi pada malam hari.
Sitokin adalah protein sistem imun yang membantu melawan infeksi, tetapi juga dapat meningkatkan sensasi nyeri.
Studi dalam Journal of Biological Rhythms menunjukkan bahwa produksi sitokin tertentu mengikuti pola sirkadian, dengan peningkatan pada malam hari.
Faktor lain adalah minimnya distraksi. Pada siang hari, aktivitas dan rangsangan lingkungan mengalihkan perhatian dari rasa sakit. Saat malam sunyi dan tubuh beristirahat, otak menjadi lebih fokus pada sinyal internal, termasuk rasa nyeri.
Suhu tubuh juga sedikit menurun di malam hari sebagai bagian dari proses menuju tidur. Penurunan suhu ini dapat memengaruhi sensitivitas reseptor nyeri dan kekakuan otot, terutama pada individu dengan gangguan muskuloskeletal.
Kondisi yang Sering Memburuk di Malam Hari
-Radang sendi (arthritis)
-Nyeri punggung bawah
-Migrain
-Nyeri otot setelah aktivitas berat
Menurut pakar nyeri dari American Academy of Pain Medicine, kombinasi perubahan hormonal, inflamasi, dan faktor psikologis membuat malam hari menjadi periode paling sensitif terhadap rasa sakit.
Bagaimana Mengatasinya?
✔ Lakukan peregangan ringan sebelum tidur
✔ Jaga suhu kamar tetap hangat dan nyaman
✔ Hindari kafein menjelang malam
✔ Atur posisi tidur ergonomis
✔ Konsultasikan ke dokter jika nyeri kronis berlangsung lama
Kesimpulan
Rasa sakit yang meningkat di malam hari adalah respons biologis yang dipengaruhi oleh ritme sirkadian, penurunan kortisol, dan peningkatan mediator inflamasi. Bukan sekadar perasaan—tubuh memang bekerja berbeda saat malam.
Next News

Mengapa Orang Bisa Mengigau Saat Tidur?
13 hours ago

Benarkah Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Putih?
13 hours ago

Bahasa Yang Paling Sulit Dipelajari di Dunia
13 hours ago

10 Kota Paling Misterius di Dunia
13 hours ago

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan: Rempah Aromatik yang Kaya Khasiat
13 hours ago

Teknologi yang Dulu Dianggap Mustahil Dan Kini Menjadi Nyata
13 hours ago

Hidung Mancung Impian atau Mimpi Buruk? Sisi Lain Operasi Plastik Hidung yang Jarang Dibahas
4 hours ago

Cendrawasih: Pesona 'Burung Surga' dari Papua yang Keindahannya Nyaris Tak Masuk Akal
4 hours ago

Anjing vs Kucing: Kenapa yang Satu Setia Banget, yang Satu Lagi Terlihat Semaunya? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
4 hours ago

Mengenal Sisi Unik Pohon Pinus: Dari Strategi Bertahan Hidup hingga Manfaat bagi Manusia
4 hours ago





