Rabu, 11 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bersepeda vs Lari: Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

Tata - Wednesday, 11 February 2026 | 06:12 AM

Background
Bersepeda vs Lari: Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

Bersepeda dan lari sama-sama termasuk latihan aerobik yang meningkatkan denyut jantung dan memperkuat sistem kardiovaskular. Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas kardio rutin minimal 150 menit per minggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Namun, secara biomekanik, lari dan bersepeda memberi beban yang berbeda pada tubuh.

1. Pembakaran Kalori

Secara umum, lari membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang sama. Harvard Medical School menyebutkan bahwa seseorang dengan berat sekitar 70 kg dapat membakar sekitar 295–360 kalori dalam 30 menit lari (tergantung intensitas), sedangkan bersepeda moderat membakar sekitar 210–300 kalori dalam durasi yang sama.

Artinya, jika tujuan utama adalah penurunan berat badan cepat, lari cenderung lebih efisien. Namun, faktor intensitas tetap menentukan.

2. Dampak pada Sendi

Lari adalah olahraga high-impact, artinya ada tekanan berulang pada lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Pada individu dengan riwayat nyeri sendi atau berat badan berlebih, risiko cedera bisa lebih tinggi.

Sebaliknya, bersepeda termasuk low-impact exercise, karena berat badan ditopang oleh sadel. Penelitian dalam Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy menunjukkan bahwa olahraga low-impact lebih aman untuk penderita osteoartritis ringan hingga sedang.

Karena itu, bagi usia 40+ atau yang memiliki masalah lutut, bersepeda sering lebih direkomendasikan.

3. Manfaat untuk Jantung dan Paru-Paru

Keduanya efektif meningkatkan kapasitas kardiorespirasi (VO₂ max). Studi dalam British Journal of Sports Medicine menyebutkan bahwa baik lari maupun bersepeda secara rutin dapat menurunkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.

Perbedaannya lebih pada preferensi dan konsistensi. Olahraga yang dilakukan rutin jauh lebih penting dibanding jenisnya.

4. Risiko Cedera

Lari memiliki risiko cedera lebih tinggi seperti:

Shin splints

Cedera lutut (runner's knee)

Tendinitis

Bersepeda lebih rendah risiko benturan sendi, tetapi bisa menyebabkan:

Nyeri punggung bawah

Ketegangan leher

Cedera akibat posisi duduk yang salah

Faktor teknik dan postur sangat menentukan.

5. Mana Lebih Baik untuk Usia 40+?

Secara fisiologis, setelah usia 35–40 tahun, kepadatan tulang dan elastisitas sendi mulai menurun. Lari membantu menjaga kepadatan tulang karena bersifat weight-bearing exercise. Namun, jika ada keluhan sendi, bersepeda lebih aman untuk jangka panjang.

Beberapa dokter olahraga merekomendasikan kombinasi keduanya agar manfaat tulang dan kesehatan jantung tetap optimal tanpa memberi beban berlebihan pada sendi.

Kesimpulan

✔ Ingin bakar kalori lebih cepat → Lari

✔ Punya masalah lutut / ingin lebih aman → Bersepeda

✔ Ingin manfaat maksimal → Kombinasikan keduanya

Yang paling baik sebenarnya adalah olahraga yang bisa dilakukan secara konsisten tanpa cedera.