Kamis, 6 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Luka Bisa Bernanah? Penyebab, Tanda Infeksi, dan Cara Merawatnya

Tata - Sunday, 02 August 2026 | 12:59 PM

Background
Kenapa Luka Bisa Bernanah? Penyebab, Tanda Infeksi, dan Cara Merawatnya

Kenapa Luka Bisa Bernanah?

Luka merupakan bagian tubuh yang mengalami kerusakan akibat goresan, sayatan, benturan, gigitan, atau cedera lainnya. Dalam kondisi normal, tubuh akan memperbaiki jaringan yang rusak secara bertahap. Namun, pada beberapa kasus, luka dapat mengalami infeksi dan menghasilkan nanah.

Nanah adalah cairan kental yang biasanya berwarna putih, kuning, atau kehijauan. Cairan ini terbentuk karena adanya kumpulan sel darah putih, bakteri, jaringan yang rusak, dan sisa perlawanan tubuh terhadap infeksi.

1. Masuknya Bakteri ke Dalam Luka

Penyebab paling umum luka bernanah adalah infeksi bakteri. Ketika kulit terluka, lapisan pelindung tubuh menjadi terbuka sehingga bakteri dari lingkungan, tangan, atau benda kotor dapat masuk ke dalam jaringan.

Jika bakteri berkembang biak, tubuh akan mengirimkan sel pertahanan untuk melawan infeksi, yang kemudian menyebabkan terbentuknya nanah.

2. Luka Tidak Dibersihkan dengan Baik

Luka yang tidak segera dibersihkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi. Debu, kotoran, atau benda asing yang masuk ke luka dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.



Membersihkan luka dengan cara yang tepat dapat membantu mengurangi risiko terjadinya nanah.

3. Sering Menyentuh Luka dengan Tangan Kotor

Kebiasaan memegang atau menggaruk luka tanpa mencuci tangan dapat memindahkan kuman ke area yang terluka. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

4. Luka Tidak Terlindungi

Luka yang dibiarkan terbuka dan sering terkena kotoran, air yang tidak bersih, atau gesekan pakaian dapat lebih mudah mengalami masalah.

Pada kondisi tertentu, menutup luka dengan perban bersih dapat membantu menjaga area tersebut tetap terlindungi.

5. Daya Tahan Tubuh Menurun

Sistem kekebalan tubuh memiliki peran penting dalam melawan infeksi. Ketika kondisi tubuh sedang lemah, proses penyembuhan luka dapat berjalan lebih lambat dan risiko infeksi menjadi lebih tinggi.



6. Adanya Benda Asing di Dalam Luka

Serpihan kayu, pecahan kaca, duri, atau benda kecil lainnya yang tertinggal di dalam luka dapat memicu peradangan dan menyebabkan munculnya nanah.

Ciri-Ciri Luka Mengalami Infeksi

Selain munculnya nanah, beberapa tanda luka mengalami infeksi antara lain:

  • Area sekitar luka semakin merah.
  • Bengkak dan terasa hangat.
  • Nyeri semakin parah.
  • Keluar cairan berbau tidak sedap.
  • Luka sulit mengering.
  • Demam atau tubuh terasa tidak nyaman.

Cara Merawat Luka Bernanah

Beberapa langkah yang dapat membantu perawatan luka antara lain:

1. Bersihkan Luka dengan Benar

Cuci tangan sebelum menyentuh luka, kemudian bersihkan area luka dengan air bersih. Hindari menggunakan bahan yang dapat mengiritasi luka tanpa anjuran tenaga kesehatan.

2. Jaga Luka Tetap Bersih dan Kering

Ganti perban secara rutin jika luka ditutup. Pastikan area sekitar luka tetap bersih agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri.



3. Jangan Memencet Nanah

Memencet luka bernanah dapat menyebabkan infeksi semakin menyebar atau memperparah kerusakan jaringan.

4. Perhatikan Perkembangan Luka

Pantau apakah luka semakin membaik atau justru memburuk. Luka yang tidak menunjukkan perbaikan perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Kapan Harus Memeriksakan Luka ke Dokter?

Segera cari bantuan medis jika:

  • Nanah terus keluar atau jumlahnya semakin banyak.
  • Luka terasa sangat sakit.
  • Kemerahan menyebar ke area sekitar luka.
  • Muncul demam.
  • Luka cukup dalam atau besar.
  • Luka terjadi akibat gigitan hewan atau benda berkarat.
  • Memiliki kondisi tertentu yang dapat memperlambat penyembuhan luka. 

Kesimpulan

Luka bernanah biasanya terjadi karena adanya infeksi yang membuat tubuh melawan bakteri atau mikroorganisme penyebab penyakit. Perawatan luka yang bersih dan tepat dapat membantu mencegah infeksi semakin parah. Jika luka menunjukkan tanda bahaya seperti nyeri berat, bengkak luas, atau disertai demam, pemeriksaan medis diperlukan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.