Kamis, 16 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kebiasaan yang Membuat Kulit Cepat Menua

Laila - Tuesday, 07 July 2026 | 09:10 AM

Background
Kebiasaan yang Membuat Kulit Cepat Menua

Duh, Masih Muda kok Keriputan? Intip Kebiasaan Sepele yang Bikin Kulit Cepat "Expired"

Pernah nggak sih kamu lagi asyik ngaca, terus tiba-tiba nemuin garis halus di pojok mata atau dahi yang nggak mau ilang meski udah ditarik-tarik? Padahal umur baru masuk kepala dua atau awal tiga puluh. Rasanya kayak dapet spoiler masa tua yang datang terlalu dini. Kita sering banget nyalahin faktor genetik atau produk skincare yang katanya nggak cocok, padahal bisa jadi pelakunya adalah kebiasaan sehari-hari kita sendiri yang sering dianggap sepele.

Jujur aja, kita hidup di zaman yang serba buru-buru. Pengin glowing tapi hobi begadang. Pengin kulit kencang tapi kalau makan manisnya nggak ngotak. Istilahnya, kita ini kaum yang "ingin awet muda dengan cara yang salah". Nah, biar nggak nyesel pas reunian nanti karena muka kelihatan paling senior di antara temen seangkatan, yuk kita bedah satu-satu kebiasaan apa aja sih yang bikin kulit kita cepat menua alias mengalami penuaan dini.

1. Musuhan sama Sunscreen (Si Pelindung Utama)

Kalau ada satu dosa besar dalam dunia per-skincare-an, itu adalah nggak pakai sunscreen. Banyak dari kita yang merasa aman karena cuma di dalam ruangan atau karena cuaca lagi mendung. Padahal, sinar UV itu bandel banget, dia bisa nembus kaca jendela kantor atau mobil kamu. Radiasi ultraviolet (terutama UVA) itu kayak ninja; nggak bikin kulit perih kebakar, tapi langsung nyerang kolagen di lapisan dalam kulit.

Efeknya? Kulit jadi kendur dan muncul flek hitam. Istilah kerennya photoaging. Jadi, kalau kamu malas pakai sunscreen tapi rajin beli serum mahal jutaan rupiah, itu sama aja kayak kamu nyiram air ke ember bocor. Mubazir, Bestie! Sinar matahari di negara tropis kayak kita ini nggak main-main, jadi pastikan minimal SPF 30 selalu nempel di muka tiap pagi.

2. Ritual Begadang demi Scroll TikTok

Siapa yang niatnya tidur jam 10 malam, tapi berakhir jam 2 pagi karena keasyikan scroll video kucing atau drama di Twitter? Nah, kebiasaan ini adalah musuh bebuyutan kulit cantik. Saat kita tidur, tubuh kita masuk ke mode "repair". Di situlah regenerasi kulit terjadi maksimal. Sel-sel kulit yang rusak diperbaiki, dan produksi kolagen ditingkatkan.



Kalau jatah tidur dipangkas terus, hormon stres (kortisol) bakal naik. Kortisol ini jahat banget karena dia bisa memecah kolagen. Hasilnya? Muka jadi kusam, kantong mata makin tebel mirip panda, dan lama-lama muncul kerutan halus. Kulit yang kurang istirahat itu nggak punya waktu buat "bernapas", makanya jangan heran kalau bangun tidur mukanya kelihatan capek banget kayak habis narik angkot seharian.

3. Budaya "Sweet Tooth" dan Bahaya Glikasi

Siapa sih yang nggak suka boba, kopi susu gula aren, atau dessert yang estetik? Enak di lidah, tapi horor buat kulit. Ada proses kimia di tubuh kita yang namanya glikasi. Ini terjadi kalau kadar gula di darah terlalu tinggi, si gula ini bakal nempel ke protein, termasuk kolagen dan elastin.

Gula yang nempel ini bikin kolagen jadi kaku dan rapuh. Padahal kolagen itu tugasnya bikin kulit kenyal dan elastis. Kalau kolagennya udah rusak gara-gara kebanyakan asupan manis, kulit bakal lebih cepat kehilangan kekencangannya. Jadi, kalau kamu merasa garis senyum makin dalam, mungkin ini saatnya buat ngurangin takaran gula di pesanan minuman harianmu.

4. Stres yang Dipelihara (Burnout Is Real)

Kita sering dengar orang bilang, "Jangan marah-marah terus, nanti cepat tua." Ternyata itu bukan sekadar mitos orang tua zaman dulu. Secara sains, stres kronis—entah karena kerjaan, tugas kuliah, atau mikirin mantan—bisa mempercepat pemendekan telomere (bagian dari DNA kita). Kalau telomere memendek, sel-sel tubuh kita nggak bisa beregenerasi dengan baik.

Belum lagi kalau lagi stres, otot wajah kita cenderung tegang. Kita sering cemberut atau mengernyitkan dahi tanpa sadar. Gerakan repetitif ini lama-lama bakal ninggalin bekas permanen di wajah. Makanya, healing itu emang perlu, tapi jangan cuma healing fisik kayak liburan aja, mental juga harus dijaga biar aura wajah tetap segar.



5. Kurang Minum Air Putih (Dehidrasi Kulit)

Banyak yang mikir kalau kelembapan kulit itu cuma soal pakai pelembap dari luar. Padahal, hidrasi dari dalam itu jauh lebih krusial. Kalau tubuh kurang cairan, kulit bakal kelihatan kering, bersisik, dan kehilangan volumenya. Kulit yang dehidrasi bakal bikin garis-garis halus kelihatan lebih jelas.

Bayangin kulit kita kayak buah anggur. Kalau airnya cukup, dia bulat dan kencang. Tapi kalau kering, dia berubah jadi kismis yang keriput. Nggak mau kan muka kamu kelihatan kayak kismis sebelum waktunya? Pastikan asupan air putih cukup, jangan cuma ngandelin kafein yang malah bersifat diuretik atau bikin makin sering kencing.

6. Kebiasaan Gosok-Gosok Muka Terlalu Keras

Kadang kalau lagi cuci muka atau pakai handuk, kita berasa lagi ngamplas tembok. Tenaga yang dikeluarin nggak kira-kira. Kulit wajah itu sensitif dan tipis, apalagi area sekitar mata. Kebiasaan narik-narik kulit saat pakai makeup atau ngegosok mata terlalu kencang bisa merusak elastisitas kulit secara perlahan.

Cara terbaik adalah dengan gerakan lembut. Tepuk-tepuk halus saat ngeringin muka pakai handuk, dan gunakan jari manis (yang tekanannya paling lemah) saat pakai eye cream. Hal-hal kecil kayak gini kalau dilakukan bertahun-tahun efeknya bakal kerasa banget buat keawetan kulit kamu.

Intinya, punya kulit yang sehat dan kelihatan awet muda itu bukan soal seberapa mahal skincare kamu, tapi soal seberapa konsisten kamu menjaga gaya hidup. Memang susah sih ngubah kebiasaan apalagi kalau udah mendarah daging, tapi ya namanya juga usaha buat investasi masa depan. Masa depan kan bukan cuma soal tabungan di bank, tapi juga soal kualitas wajah pas udah masuk usia cantik nanti. Jadi, yuk mulai kurangin begadang dan jangan lupa sunscreen-nya hari ini!