Minggu, 28 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Jalan Mulai Mulus, Warga Paluta Rasakan Dampak Perbaikan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot

RAU - Sunday, 28 June 2026 | 02:48 AM

Background
Jalan Mulai Mulus, Warga Paluta Rasakan Dampak Perbaikan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot

PALUTA

Perbaikan ruas jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mulai menunjukkan hasil nyata.

Meski progres pekerjaan baru mencapai sekitar 20 persen, masyarakat sudah merasakan dampak positifnya terhadap aktivitas ekonomi, akses pelayanan, hingga mobilitas sehari-hari.

Ruas jalan sepanjang 11,8 kilometer tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu jalur dengan tingkat kerusakan cukup parah. Kini, sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat telah ditangani melalui penimbunan, pemerataan badan jalan, serta pengaspalan di beberapa segmen.

Perbaikan itu langsung berdampak pada roda perekonomian masyarakat di sepanjang jalur Hutaimbaru-Sipiongot.



Marwan Harahap, pemilik warung kelontong di Desa Paolan, mengaku jumlah pelanggan yang singgah ke warungnya meningkat sejak kondisi jalan mulai membaik.

"Parah Pak sebelumnya, orang-orang pun malas berhenti di warung saya. Gimana mau berhenti, jalannya besar lubangnya. Tapi sekarang lebih ramai, peningkatannya sekitar 50 persen lah, karena dari simpang pun sudah mulus," ujar Marwan, Sabtu (27/6).

Menurutnya, akses yang lebih baik juga mempermudah distribusi barang dagangan. Jika sebelumnya perjalanan menuju Gunungtua harus dipertimbangkan matang-matang, kini perjalanan dari Desa Paolan ke ibu kota Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut hanya memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor.

"Kalau dulu harus mikir apa saja yang mau dibeli karena sekali pergi belum tentu mau balik lagi hari itu. Apalagi kalau hujan, bisa batal berangkat. Sekarang ke Gunungtua cuma sekitar 30 menit, sehari dua sampai tiga kali pun pergi tidak masalah," katanya.

Marwan bahkan mengingat bagaimana buruknya kondisi jalan pada masa lalu hingga pernah menyebabkan seorang ibu melahirkan di tengah perjalanan menuju rumah sakit.



"Karena jalannya rusak dan berguncang, ibu itu melahirkan di jalan sebelum sampai rumah sakit. Sekarang kalau ada keadaan darurat sudah jauh lebih cepat," ucapnya.

Perubahan serupa dirasakan masyarakat di kawasan Sipiongot. Selain pengaspalan jalan, Pemprov Sumut juga membangun gorong-gorong berukuran besar di sekitar Pasar Sipiongot guna mendukung kelancaran drainase dan akses masyarakat.

Warga Sipiongot, Sudirman Sitompul, mengaku haru karena untuk pertama kalinya dalam hampir empat dekade dirinya menyaksikan jalan menuju kampung halamannya diperbaiki secara serius.

"Walaupun ini di penghujung usia saya, akhirnya saya melihat jalan ke kampung saya diaspal. Itu menjadi kebanggaan bagi kami masyarakat di sini," katanya.

Menurut Sudirman, meski sebagian ruas masih dalam tahap penimbunan menggunakan material sirtu, manfaatnya sudah sangat terasa karena jalan yang sebelumnya rusak berat kini sudah jauh lebih mudah dilalui.



"Kalau sekarang ke Gunungtua sudah kurang dari dua jam. Nanti kalau pengaspalan selesai seluruhnya mungkin bisa ditempuh sekitar satu jam saja," ujarnya.

Selain ruas Hutaimbaru-Sipiongot, Pemprov Sumut juga tengah mengerjakan perbaikan ruas Sipiongot-Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer serta ruas Sipiongot-Batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer.