Minggu, 28 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Berbiaya Rp 2 Miliar, Palas Kini Miliki Mesin Pemusnah Sampah

Laila - Sunday, 28 June 2026 | 09:00 AM

Background
Berbiaya Rp 2 Miliar, Palas Kini Miliki Mesin Pemusnah Sampah

Padanglawas, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padanglawas mulai mengoperasikan mesin incinerator atau alat pemusnah sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Surodingin, Kecamatan Lubuk Barumun. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi penumpukan sampah di wilayah tersebut.

Bupati Padanglawas Putra Mahkota Alam Hasibuan bersama Wakil Bupati Achmad Fauzan Nasution meninjau langsung operasional mesin tersebut. Mesin incinerator yang didatangkan dari Bandung itu dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai sekitar Rp2 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padanglawas, Khaidir Harahap, mengatakan mesin tersebut telah menjalani uji coba sekaligus beroperasi selama sekitar tiga pekan.

Menurutnya, alat tersebut memiliki kapasitas mengolah sampah antara 600 kilogram hingga 1.000 kilogram per jam tanpa memerlukan pasokan listrik maupun bahan bakar.

Sebelum diproses, sampah akan melalui tahap pemilahan. Material seperti besi, seng, dan kaca tidak dimusnahkan, sedangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan diolah menjadi produk yang bernilai jual. Adapun sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan akan diproses sehingga hasil akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk maupun paving block.



Khaidir menjelaskan, selama ini seluruh sampah yang masuk ke TPA masih dibuang tanpa proses pemilahan. Ke depan, sistem tersebut akan diubah sehingga setiap sampah terlebih dahulu disortir sebelum diproses.

Selain itu, Pemkab Padanglawas juga berencana meninggalkan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dan beralih ke metode controlled landfill. Sistem ini dilakukan dengan meratakan, memadatkan, lalu menutup sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala guna mengurangi bau, emisi gas metana, serta perkembangan serangga.

Metode controlled landfill juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mulai menerapkan pengelolaan air lindi agar tidak mencemari tanah maupun air tanah. Sistem ini menjadi tahap transisi menuju penerapan sanitary landfill yang lebih modern dalam pengelolaan sampah.