Prakiraan Cuaca BMKG Rabu, 24 Juni 2026: Sumut dan Kepri Siaga Hujan Lebat
Liaa - Wednesday, 24 June 2026 | 09:59 AM


BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca signifikan yang berlaku untuk hari Rabu, 24 Juni 2026.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kemunculan Bibit Siklon Tropis 94UW di Samudra Pasifik menjadi motor utama yang memicu pemusatan awan hujan di sejumlah wilayah nusantara.
Masyarakat diimbau untuk melipatgandakan kesiapsiagaan, khususnya bagi warga yang berada di dua wilayah yang masuk dalam kategori Siaga potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Sumatra Utara dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, untuk wilayah yang masuk dalam kategori Waspada, BMKG memprakirakan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang memerlukan kewaspadaan dari masyarakat setempat.
Wilayah-wilayah berstatus Waspada tersebut meliputi:
- Sebagian besar Pulau Sumatra
- Provinsi Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara
- Kawasan Maluku bagian selatan
- Sebagian besar wilayah Papua Barat dan Papua
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca nasional di berbagai kota utama Indonesia untuk hari Rabu, 24 Juni 2026:
- Hujan Petir: Jambi dan Tanjung Selor.
- Hujan Sedang: Merauke.
- Hujan Ringan: Sebagian besar wilayah Sumatera, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Mataram, Palu, Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
- Udara Kabur: Surabaya dan Sorong.
Berawan hingga Berawan Tebal: Banda Aceh, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.
Analisis Dinamika Atmosfer
Bibit Siklon Tropis 94UW diprakirakan berada di Samudra Pasifik Utara Papua Nugini. Sistem ini memicu daerah pertemuan dan perlambatan angin yang membentang di Samudra Pasifik Utara Papua hingga ke sekitar wilayah sirkulasinya.
Di saat yang sama, dua sirkulasi siklonik sekunder juga diprakirakan terbentuk di perairan barat Bengkulu dan Selat Makassar.
Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi baru yang memanjang dari perairan barat Lampung, Bengkulu hingga perairan barat Bengkulu, serta dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Barat.
Kombinasi masif dari pergerakan dinamika atmosfer di sekitar daerah bibit siklonis dan pusaran sirkulasi siklonik ini secara signifikan mampu mendongkrak pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah pertemuan maupun perlambatan angin tersebut.
Masyarakat diharapkan untuk tetap mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui website resmi bmkg.go.id atau via akun media sosial resmi di @infobmkg.
Next News

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional
12 hours ago

Menhub: Bandara Husein untuk Rute Domestik, Internasional di Kertajati
12 hours ago

BGN kenalkan lima deputi baru, sukseskan perbaikan tata kelola MBG
13 hours ago

Mendikdasmen siapkan rekrutmen guru PNS Sekolah Nasional Terintegrasi
13 hours ago

1.000 Tiket Gratis untuk Pemilik KTP Medan Bermarga Batak Toba di PRSU 2026
13 hours ago

Wamenkes Tinjau Kesiapan RSUD dr Pirngadi Medan Dukung Penanggulangan TB
13 hours ago

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pendopo Bupati Tapsel Berlangsung Seru, Argentina Tumbang 0-1 dari Spanyol
15 hours ago

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan 10 Ribu Benih Ikan dan Pakan untuk Optimalisasi Tujuh Kolam di Pargarutan Dolok
15 hours ago

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Desa Pasir
a day ago

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian, Dorong Produktivitas serta Kesejahteraan Petani
a day ago





