Kamis, 25 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Di Pengajian BKMT Batang Angkola, Gus Irawan Serukan Tiga Perang Besar: Lawan Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan

RAU - Thursday, 25 June 2026 | 08:20 AM

Background
Di Pengajian BKMT Batang Angkola, Gus Irawan Serukan Tiga Perang Besar: Lawan Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan

BATANG ANGKOLA

Pengajian Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Angkola yang digelar di Desa Sorimadingin, Kecamatan Batang Angkola, Jumat (26/06/2026), berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan keagamaan tersebut diisi tausiyah oleh Al Ustadz H. Ali Nasir Lubis serta dihadiri unsur Forkopimcam, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, pengurus BKMT Kabupaten dan Kecamatan, TP PKK Kecamatan, Kepala KUA, para kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi Muslimat NU, Aisyiyah, serta ratusan jamaah dan masyarakat.

Dalam bimbingan dan arahannya, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh jamaah BKMT dan masyarakat Tapanuli Selatan untuk bersatu dalam tiga gerakan besar, yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir, dan perang melawan kemiskinan.

Menurut Bupati, penyalahgunaan narkoba dan maraknya praktik judi online menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, pengajian dan kegiatan keagamaan harus terus diperkuat sebagai benteng moral masyarakat.



"Saya mengajak seluruh masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya keluarga besar BKMT, untuk berada dalam satu barisan pasukan yang berjuang melawan narkoba. Pengajian seperti ini sangat penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda kita dari berbagai penyakit sosial," ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti keberadaan rentenir dan lembaga pinjaman berbunga tinggi yang banyak menjerat masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa hampir 30 ribu keluarga di Tapanuli Selatan menjadi korban pinjaman berbunga tinggi yang pada akhirnya memperberat beban ekonomi rumah tangga.

Untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut melalui program pembiayaan yang lebih ringan dan terjangkau.

"Kami ingin membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir. Melalui Bank Sumut, masyarakat bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sehat dan tidak memberatkan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan juga memaparkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan bunga nol persen bagi daerah bencana.



Ia menjelaskan bahwa program tersebut diarahkan untuk mendukung sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang tengah didorong adalah pengembangan budidaya jagung melalui Gerakan 10.000 Hektare Jagung. Program ini didukung dengan jaminan pemasaran hasil panen melalui kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional dan BUMD Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Tidak boleh ada lagi alasan karena tidak ada modal atau tidak ada pasar. Modal tersedia melalui Bank Sumut dengan bunga nol persen untuk usaha produktif, dan hasil jagung masyarakat juga sudah ada yang menampung," kata Bupati.

Menurutnya, pemanfaatan lahan-lahan tidur dan tanah yang belum produktif akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi pascabencana.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan pengajian BKMT terus berkembang dan semakin banyak melibatkan masyarakat karena selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.



"Mudah-mudahan pengajian seperti ini terus berkembang, semakin banyak pesertanya, menambah wawasan keagamaan kita, memperkuat iman dan takwa, serta menjadi jalan bagi masyarakat Tapanuli Selatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera," pungkasnya.