17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Beroperasi pada Tahun Ajaran 2026-2027
RAU - Monday, 10 August 2026 | 08:03 AM


Dirjen PAUD Dikdas PNFI Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan 17 SNT yang mulai beroperasi merupakan bagian dari 37 lokasi yang telah ditetapkan untuk pembangunan pada 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan kepala sekolah, guru, tenaga pendamping, serta fasilitas pembelajaran berbasis digital untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Isi Parafrase
Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027. Kehadiran sekolah tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.
Dirjen PAUD Dikdas PNFI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto mengatakan, penetapan lokasi pembangunan SNT dilakukan setelah melalui proses verifikasi, validasi, serta peninjauan langsung ke lapangan.
Dari hasil proses tersebut, pemerintah menetapkan 37 lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan SNT pada 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 17 sekolah sudah siap beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027.
Persiapan juga dilakukan dari sisi penerimaan peserta didik. Kemendikdasmen telah menyelesaikan proses seleksi melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dari total 2.068 calon peserta didik yang mendaftar, sebanyak 1.360 murid dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pembelajaran di 17 SNT tersebut.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan tenaga pendidik telah dipersiapkan sebelum sekolah mulai menjalankan kegiatan belajar mengajar. Sebanyak 17 kepala sekolah telah dipilih dari sekitar 1.800 pendaftar.
Selain kepala sekolah, pemerintah merekrut 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran. Mereka akan berperan dalam memberikan pembelajaran sekaligus membantu mendampingi perkembangan peserta didik selama mengikuti pendidikan di SNT.
Tidak hanya memperkuat sumber daya manusia, Kemendikdasmen juga melengkapi SNT dengan fasilitas pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital.
Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah Learning Management System (LMS) yang dilengkapi bahan ajar serta berbagai perangkat pembelajaran digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Penerapan LMS dan perangkat digital juga diharapkan mampu memperkuat pengalaman belajar para murid. Dengan dukungan teknologi dan tenaga pendidik yang telah dipersiapkan, SNT diarahkan menjadi lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan akademik maupun potensi peserta didik.
Gogot berharap keberadaan SNT tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.
Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan karakter untuk menjadi pemimpin masa depan serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Next News

Bandung dan Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
6 hours ago

BNPB Siagakan Operasi Darat dan OMC Hadapi Ancaman Karhutla di 6 Provinsi
6 hours ago

Tapsel Serap 231,37 Ton Gabah Petani hingga Juni 2026, Lahan Rusak Jadi Kendala
7 hours ago

Pemkot Medan manfaatkan Sapa Warga serap aspirasi masyarakat
43 minutes ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Senin 10 Agustus 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 4 Wilayah Berawan
6 hours ago

Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
a day ago

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
a day ago

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027
a day ago

Ratusan Peserta Ramaikan Fun Bike HUT ke-81 RI di Panyabungan, Bupati Madina Dorong Gaya Hidup Sehat
a day ago

Reli Asia Pasifik dilepas dari Kota Pematangsiantar, diikuti 45 peserta
2 days ago





