Senin, 10 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

BNPB Siagakan Operasi Darat dan OMC Hadapi Ancaman Karhutla di 6 Provinsi

RAU - Monday, 10 August 2026 | 07:55 AM

Background
BNPB Siagakan Operasi Darat dan OMC Hadapi Ancaman Karhutla di 6 Provinsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat di tengah kondisi El Nino. Pemerintah menyiapkan pasukan operasi darat serta operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki risiko tinggi.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan terdapat enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas dalam kesiapsiagaan karhutla. Keenam daerah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi.

Menurut Suharyanto, pelaksanaan OMC telah dilakukan di enam provinsi prioritas tersebut serta beberapa wilayah lainnya. Pesawat yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca juga terus disiagakan agar dapat segera diterjunkan ketika kondisi atmosfer mendukung.

Namun, pelaksanaan OMC menghadapi tantangan karena pertumbuhan awan hujan diperkirakan menurun di sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut dapat mengurangi peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Suharyanto menjelaskan bahwa OMC membutuhkan keberadaan awan yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan hujan. Karena itu, setiap kali terdapat pertumbuhan awan hujan yang memungkinkan, operasi akan segera dilakukan.



Di sisi lain, ketika kondisi cuaca sangat panas dan tidak terdapat awan hujan, strategi penanganan karhutla akan lebih mengandalkan operasi darat. Pasukan di lapangan dinilai memiliki peran penting untuk menangani titik api secara langsung.

Suharyanto menilai operasi udara seperti water bombing lebih berfungsi sebagai pendukung operasi darat. Kapasitas air yang dibawa satu pesawat atau helikopter juga terbatas, sehingga penggunaannya pada kebakaran di lahan gambut tidak selalu mampu memadamkan api secara menyeluruh.

Api di lahan gambut dapat tetap menyala meskipun telah disiram dari udara. Karena itu, pemadaman harus dilanjutkan oleh pasukan darat dengan penyemprotan dan penanganan langsung di lokasi.

BNPB pun meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan pasukan darat dalam kondisi siap bergerak. Langkah tersebut diperlukan agar setiap kebakaran yang muncul dapat segera ditangani sebelum meluas.

Untuk mendukung penanganan di berbagai wilayah, BNPB juga memiliki sejumlah helikopter cadangan yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan. Kekuatan udara tersebut akan melengkapi operasi darat, terutama ketika karhutla terjadi di luar wilayah prioritas.



Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting karena kondisi El Nino berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko cuaca panas. Dengan kombinasi operasi darat, operasi udara, dan OMC, pemerintah berupaya menekan risiko meluasnya karhutla selama periode rawan.