Kamis, 1 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Indeks Kualitas Udara di Sumatera Utara 1 Oktober 2026, Medan Sempat Tidak Sehat

Liaa - Thursday, 01 October 2026 | 02:50 AM

Background
Indeks Kualitas Udara di Sumatera Utara 1 Oktober 2026, Medan Sempat Tidak Sehat

Bila merujuk pada indeks kualitas udara di Sumatera Utara 1 Oktober 2026, secara umum beberapa kawasan tampak dalam kategori sedang.

Namun, di Kota Medan, indeks kualitas udaranya sempat berada dalam kategori tidak sehat.

Hingga pukul 09.00 WB tadi, indeks kualitas udara di Medan berada pada angka 101 dengan sebaran PM25 35.6 µg/m3.

Namun, data tersebut kemudian berubah pada pukul 10.00 WIB.

Setelah sempat masuk dalam daftar wilayah tidak sehat, Kota Medan kembali pada kategori sedang.



Warna yang tadinya merah berubah menjadi kuning.

Untuk melihat rincian indeks kualitas udara di Sumatera Utara pada hari ini, berikut penjelasan ringkasnya.

Indeks Kualitas Udara di Sumatera Utara 1 Oktober 2026

Berikut ini adalah data indeks kualitas udara di Sumatera Utara 1 Oktober 2026.

Dari data yang ada, indeks kualitas udara di Sumatera Utara dalam katageri sedang.

  • Kota Medan: AQI 91 (Sedang) PM2.5 sebesar 30.8 µg/m3
  • Sunggal: AQI 74 (Sedang) PM2.5 sebesar 21.3 µg/m3
  • Belawan: AQI 73 (Sedang) PM2.5 sebesar 21 µg/m3
  • Berastagi: AQI 71 (Sedang) PM2.5 sebesar 19.6 µg/m3
  • Lubuk Pakam: AQI 75 (Sedang) PM2.5 sebesar 22.2 µg/m3
  • Binjai: AQI 72 (Sedang) PM2.5 sebesar 20.2 µg/m3
  • Pematangsiantar AQI: 80 (Sedang) PM2.5 sebesar 24.5 µg/m3
  • Deli Tua AQI: 75 (Sedang) PM10 sebesar 21.9 µg/m3

Bagi Anda yang ingin melakukan aktivitas di luar rumah disarankan untuk tetap menggunakan masker.



Untuk situasi udara buruk karena asap (karhutla) atau abu vulkanik, masker respirator berstandar filtrasi tinggi yang disarankan untuk dipakai adalah N95, KN95, KF94, atau FFP2.

Jenis masker ini paling cocok bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Rekomendasi utama: respirator (N95/KN95/FFP2/KF94)

  • N95 : Respirator yang direkomendasikan CDC (AS) dan WHO untuk asap dan abu vulkanik karena mampu menyaring minimal 95 persen partikel halus (termasuk PM2,5) dan menutup rapat wajah.
  • KN95: Standar Tiongkok dengan kemampuan filtrasi sekitar 95 persen ; sering direkomendasikan Kemenkes RI sebagai alternatif N95 yang lebih mudah didapat.
  • KF94: Standar Korea yang menyaring sekitar 94 persen partikel; juga disebut Kemenkes sebagai opsi saat polusi tinggi.
  • FFP2/P2: Standar Eropa yang setara dengan N95; efektif untuk debu vulkanik dan asap jika pas di wajah.

Tips memilih dan memakai agar efektif

Agar Anda tidak salah pilih, berikut ini tips dalam memilih dan memakai masker agar efektif dan bermanfaat. 

Pilih yang pas di wajah (tidak longgar di sisi hidung/pipi) agar udara tidak banyak masuk lewat celah.

Pastikan menutup hidung dan mulut dengan rapat; tekan bagian nose clip (jika ada) agar tidak bocor.



Ganti masker jika basah, kotor, atau sulit bernapas; respirator sekali pakai tidak dicuci. 

Untuk anak-anak, pilih ukuran yang sesuai; jika tidak ada respirator anak, prioritaskan mengurangi aktivitas luar ruangan.

Tags