Rabu, 30 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Merasa Tertinggal dari Orang Lain, Apa yang Sebenarnya Terjadi dalam Pikiran?

RAU - Wednesday, 30 September 2026 | 07:56 PM

Background
Merasa Tertinggal dari Orang Lain, Apa yang Sebenarnya Terjadi dalam Pikiran?

Pernah merasa orang lain sudah jauh melangkah, sementara diri sendiri seperti masih berada di tempat yang sama? Perasaan seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang melihat teman atau orang seusia mencapai sesuatu yang belum berhasil diraihnya.

Ada yang melihat teman sudah memiliki pekerjaan yang diinginkan, membangun usaha, menikah, membeli rumah, atau mencapai tujuan tertentu. Tanpa disadari, pencapaian tersebut kemudian dijadikan ukuran untuk menilai kehidupan sendiri.

Padahal, setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, kemampuan, dan waktu yang berbeda. Perasaan tertinggal lebih banyak berkaitan dengan cara seseorang melihat perjalanan hidupnya daripada sekadar melihat pencapaian orang lain.

Otak Cenderung Membandingkan Diri

Manusia secara alami dapat membandingkan dirinya dengan orang lain. Perbandingan tersebut bisa digunakan untuk memahami posisi diri, mencari motivasi, atau mengetahui perkembangan yang ingin dicapai.

Masalah dapat muncul ketika perbandingan hanya berfokus pada kekurangan diri sendiri dan kelebihan orang lain. Akibatnya, kehidupan orang lain terlihat lebih maju, sementara pencapaian pribadi terasa tidak berarti.



Yang Terlihat Belum Tentu Menggambarkan Keseluruhan

Ketika melihat keberhasilan seseorang, biasanya yang terlihat hanya hasil akhirnya. Misalnya, seseorang tampak sukses dalam pekerjaan, memiliki rumah, atau menjalani kehidupan yang menyenangkan.

Padahal, proses panjang di balik pencapaian tersebut mungkin tidak terlihat. Bisa saja ada kegagalan, tekanan, masalah keuangan, atau berbagai kesulitan yang tidak diketahui oleh orang lain.

Karena itu, membandingkan kehidupan secara langsung sering kali tidak sepenuhnya adil karena informasi yang dimiliki tidak lengkap.

Media Sosial Dapat Memperkuat Perasaan Tertinggal

Media sosial membuat seseorang dapat melihat berbagai pencapaian orang lain dalam waktu singkat. Foto liburan, pekerjaan baru, pernikahan, pencapaian pendidikan, hingga keberhasilan bisnis dapat muncul dalam satu halaman.

Jika terlalu sering melihat konten seperti itu, seseorang bisa merasa kehidupannya kurang menarik atau belum mencapai apa-apa. Padahal, media sosial umumnya hanya menampilkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang.



Standar Kesuksesan Setiap Orang Berbeda

Tidak semua orang memiliki tujuan hidup yang sama. Bagi seseorang, mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi mungkin menjadi tujuan utama. Bagi orang lain, memiliki waktu bersama keluarga atau menjalani pekerjaan yang disukai justru lebih penting.

Jika menggunakan standar orang lain untuk mengukur kehidupan sendiri, seseorang dapat terus merasa kurang meskipun sebenarnya sudah mencapai banyak hal.

Perjalanan Hidup Tidak Memiliki Jadwal yang Sama

Ada orang yang mencapai tujuan lebih cepat, sementara orang lain membutuhkan waktu lebih panjang. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh pendidikan, kondisi keluarga, kesempatan, lingkungan, kondisi ekonomi, maupun keputusan pribadi.

Karena itu, usia atau pencapaian orang lain tidak selalu dapat dijadikan patokan bahwa seseorang seharusnya sudah berada pada tahap tertentu.

Perasaan Tertinggal Bisa Membuat Seseorang Meragukan Diri

Ketika terus merasa kalah dibandingkan orang lain, seseorang dapat mulai mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri. Pikiran seperti "kenapa saya belum bisa?" atau "apa yang salah dengan saya?" dapat muncul berulang kali.



Jika berlangsung terus-menerus, pola pikir tersebut dapat membuat seseorang lebih fokus pada kekurangan daripada melihat kemampuan dan perkembangan yang sudah dimiliki.

Kegagalan Tidak Berarti Berhenti Berkembang

Tidak mencapai target pada waktu yang diharapkan bukan berarti seseorang gagal sepenuhnya. Ada kalanya rencana harus berubah karena kondisi yang tidak dapat dikendalikan.

Pengalaman gagal juga dapat menjadi bagian dari proses belajar. Seseorang mungkin perlu mencoba cara berbeda, memperbaiki kesalahan, atau mengubah tujuan agar lebih sesuai dengan kondisi dirinya.

Pada akhirnya, merasa tertinggal dari orang lain merupakan pengalaman yang dapat muncul ketika seseorang terlalu sering melihat pencapaian orang lain sebagai ukuran kehidupannya sendiri. Perasaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi, tetapi tidak seharusnya menentukan nilai diri seseorang.

Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Yang lebih penting bukan seberapa cepat seseorang mencapai sesuatu dibandingkan orang lain, melainkan bagaimana ia memahami tujuannya, menghadapi proses, dan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang dimilikinya.