Jumat, 2 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

DPRD Sumut Minta Sekolah Perkuat Sterilisasi Antisipasi Penyebaran Influenza A

RAU - Friday, 02 October 2026 | 09:55 PM

Background
DPRD Sumut Minta Sekolah Perkuat Sterilisasi Antisipasi Penyebaran Influenza A

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Ebenejer Sitorus SE MM, meminta pemerintah dan pihak sekolah meningkatkan langkah pencegahan menyusul adanya kasus Influenza A dan B di wilayah Sumatera Utara.

Ia mengingatkan Dinas Kesehatan Sumut serta pihak sekolah agar memperkuat kebersihan dan sterilisasi lingkungan belajar. Pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa dan tenaga pendidik juga dinilai perlu dilakukan secara berkala.

Menurut Ebenejer, sekolah menjadi salah satu lingkungan yang perlu mendapat perhatian karena kegiatan belajar mengajar umumnya berlangsung di dalam ruangan dan melibatkan banyak orang. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan menjadi penting dilakukan.

Jika dalam suatu sekolah ditemukan peningkatan jumlah siswa atau tenaga pendidik yang mengalami demam maupun gejala influenza, Ebenejer mendorong adanya langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ untuk sementara waktu. Pembelajaran dapat dilakukan secara daring menggunakan berbagai platform yang tersedia, termasuk layanan konferensi video.



"Kalau memang kondisi di lapangan menunjukkan banyak anak-anak yang mengalami demam dan gejala influenza, kita mendorong agar Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu," ujar Ebenejer kepada wartawan, Jumat (2/10/2026), di DPRD Sumut.

Selain kemungkinan penerapan PJJ, ia meminta sekolah memperhatikan kebersihan ruang kelas dan berbagai fasilitas yang digunakan bersama. Sterilisasi secara berkala dinilai penting, khususnya pada area yang sering disentuh oleh siswa maupun tenaga pendidik.

" Sekolah juga harus memastikan ruang kelas dan fasilitas lainnya dalam kondisi bersih. Sterilisasi perlu dilakukan secara berkala agar potensi penyebaran virus dapat ditekan," katanya.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai itu juga meminta Dinas Pendidikan bekerja sama dengan sekolah dalam memantau perkembangan kondisi kesehatan warga sekolah.

Apabila terdapat peningkatan kasus demam atau gejala influenza dalam satu lingkungan sekolah, langkah pencegahan diharapkan dapat segera disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan dan arahan dari instansi kesehatan.



Menurut Sekretaris Fraksi Hanura tersebut, kegiatan pendidikan tetap perlu berjalan. Namun, keberlangsungan proses belajar mengajar harus disertai perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

PJJ, kata dia, dapat menjadi salah satu alternatif sementara apabila kondisi di sekolah menunjukkan peningkatan kasus. Kebijakan tersebut dapat dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan situasi dan arahan dari instansi terkait.

"Yang paling penting, jangan sampai kondisi ini semakin mewabah di lingkungan sekolah. Kita ingin proses pendidikan tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak juga harus menjadi prioritas," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumut menyampaikan adanya 27 kasus Influenza A dan B yang tercatat sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, Kota Medan mencatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B.

Informasi mengenai perkembangan kasus tersebut kemudian menjadi perhatian di tengah laporan mengenai masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, tubuh lemas, nyeri badan, serta gangguan pada tenggorokan.



Meski sejumlah gejala influenza dapat menyerupai penyakit pernapasan lainnya, masyarakat tetap disarankan memperhatikan kondisi kesehatan dan mengikuti arahan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala yang mengganggu atau berlangsung cukup lama.

Langkah menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi kontak dengan orang yang sedang sakit dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Dengan adanya pemantauan yang lebih baik di lingkungan sekolah, peningkatan kasus dapat lebih cepat diketahui sehingga langkah penanganan dan pencegahan dapat disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.