IAIN Padang Sidempuan Berubah Status Menjadi UIN Syahada, IKANAS : Kedepan Harus Lebih Kompetitif dan Kualitatif
RAU - Saturday, 11 June 2022 | 01:42 AM



Ketua Dewan Pembina Ikatan Marga Nasution (IKANAS) Parulian Nasution mengatakan, dengan berubahnya status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padang Sidempuan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syech Ahmad Addary (Syahada), kedepannya harus lebih kompetitif dan kualitatif.
"Kompetitif dan kualitatif dalam artian mampu membangun peradaban pendidikan di Indonesia khususnya di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), karena kemajuan bangsa tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan," kata Ketua Dewan Pembina Ikatan Marga Nasution (IKANAS) Parulian Nasution di Bosque Kafe, Jalan Kenanga Kota Padang Sidempuan, Jumat (10/6) malam.
Lebih lanjut Parulian mengatakan, perubahan Institut ke Universitas tentu akan menunjukkan arah kemajuan yang lebih besar, karena itu proses pembelajaran, proses interaksi belajar mengajar, motivasi belajar dan evaluasi belajar menuntut perlunya inovasi dan teknologi serta metodologi pembelajaran yang lebih modern.
Oleh karena itu, UIN Syahada harus melahirkan laboratorium kurikulum yang setiap saat bekerja lebih mengedepankan kajian-kajian ilmiah demi mendorong pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, ujar Parulian.
Karena sebagai satu-satunya Universitas Negeri di Tabagsel, UIN Syahada harus memiliki peran strategis dalam mengambil peran untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa.
"UIN harus akseleratif dalam beradaptasi untuk menuju UIN yang gemilang dengan berupaya menghadirkan berbagai prodi-prodi baru, untuk menjawab kebutuhan masyarakat Tabagsel yang lebih dinamis untuk masa yang akan datang," tegas Parulian yang juga Sekda Tapsel itu.
Selain itu lanjut Parulian, UIN Syahada juga harus sesegera mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait perubahan status ini.
"Masyarakat harus bisa memahami reposisi UIN saat ini dalam dunia pendidikan yang lebih kompetitif," terangnya.
Disisi lain kata Parulian, UIN Syahada juga harus bisa membaca peluang dan potensi untuk pengembangan UIN ke depan, termasuk dalam sumber pendanaan agar tidak selalu mengharapkan kucuran dana dari APBN sebagai penopang kemajuan di masa yang akan datang.
"Selamat atas transformasi IAIN Padang Sidempuan menjadi UIN Syahada, semoga semakin jaya kedepan," ucapnya.
Sumber: Humas PemKab TapSel
Next News

BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 1.200 Jiwa
a month ago

Bupati Masinton Pastikan Normalisasi Sungai Aek Harse Berjalan, 12 Alat Berat Dikerahkan
a month ago

BMKG: Cuaca Indonesia Masih Didominasi Hujan dengan Intensitas Beragam
a month ago

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam
a month ago

Harga Cabai Merah di Sumut Terus Turun, Humbahas Sentuh Rp18 Ribu per Kilogram
a month ago

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
2 months ago

BMKG Peringatkan Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
2 months ago

TNI AD Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
2 months ago

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini
2 months ago

Bobby Nasution Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumut Jelang Ramadan
2 months ago





