Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Berita

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

- Monday, 19 January 2026 | 05:06 AM

Background
Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemulihan dan rehabilitasi lahan persawahan yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatera akan dilakukan melalui program padat karya.

Skema tersebut melibatkan langsung para pemilik lahan dalam proses perbaikan sawah mereka. Dengan cara ini, petani tidak hanya berperan aktif dalam pemulihan, tetapi juga tetap memperoleh pendapatan selama proses rehabilitasi berlangsung.

Menurut Amran, seluruh biaya perbaikan lahan akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan meliputi penyediaan benih gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan jaringan irigasi.

"Lahan sawah yang rusak akan diperbaiki oleh pemiliknya sendiri, namun seluruh biayanya ditanggung pemerintah pusat. Para petani tetap mendapatkan penghasilan, sementara kebutuhan benih, pengolahan tanah, dan irigasi dibantu sepenuhnya. Ini merupakan arahan langsung dari Presiden," ujar Amran dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa konsep padat karya ini dirancang agar petani dapat berpartisipasi secara aktif. Dengan bekerja di lahan milik sendiri, mereka memperoleh upah harian yang dapat menopang kebutuhan keluarga selama masa pemulihan.

"Pendapatan harian petani tetap terjaga karena mereka bekerja di sawahnya sendiri, sementara seluruh kebutuhan teknis ditanggung pemerintah," tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera mencapai sekitar 98 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, 32 ribu hektare berada di wilayah Aceh.

Khusus di Aceh, sekitar 10 ribu hektare sawah akan menjadi prioritas program rehabilitasi dengan target serapan tenaga kerja mencapai 200 ribu Hari Orang Kerja (HOK). Sistem pembayaran bagi petani peserta program ini rencananya dilakukan setiap hari.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ekonomi petani di daerah terdampak bencana.

Sumber: DetikSumut