Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Berita

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam

- Tuesday, 20 January 2026 | 08:26 AM

Background
Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam

Medan - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 121 orang mengalami luka-luka dan 41 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat rangkaian bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Data terbaru yang diterima pada Senin (19/1/2026) menyebutkan bahwa korban luka dan hilang tersebar di empat dari total 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak bencana.

Rincian korban luka tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak lima orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 48 orang, serta Kota Sibolga sebanyak 68 orang.

Sementara itu, korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang tersebar di beberapa daerah, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dua orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 34 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan empat orang, serta Kabupaten Humbang Hasundutan satu orang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

"Data ini merupakan pembaruan per tanggal 19 Januari 2026 pukul 17.00 WIB," ujarnya.

Menurut catatan Pusdalops, terdapat 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak bencana alam. Wilayah tersebut meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, dan Sibolga.

Selain itu, bencana juga melanda Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Kabupaten Batubara.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait terus melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak, termasuk pencarian korban hilang, evakuasi, dan pembersihan material bencana.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.