Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya, Sumut Surplus Beras Lebih 500 Ton
RAU - Saturday, 10 January 2026 | 12:03 PM


Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diberikan karena Sumatera Utara berhasil mencatatkan surplus produksi beras lebih dari 500 ton dan berkontribusi nyata dalam pencapaian swasembada pangan nasional.
Penghargaan itu diserahkan dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Selain Bobby Nasution, sejumlah kepala daerah lain di Indonesia juga menerima penghargaan serupa.
Menanggapi apresiasi tersebut, Bobby menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, bukan semata-mata keberhasilan pemerintah provinsi.
Bobby menjelaskan, meskipun Sumatera Utara masih menghadapi dampak bencana banjir dan longsor, sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama. Selain pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga fokus mempercepat pemulihan lahan persawahan.
Menurutnya, data kerusakan lahan pertanian telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan. Seluruh kerugian pada sektor persawahan akan ditanggung oleh pemerintah pusat dengan klasifikasi kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Sebelumnya, Bobby mengungkapkan bahwa lebih dari 43 ribu hektare lahan pertanian di Sumatera Utara terdampak bencana banjir dan longsor, dengan estimasi kerugian masyarakat mencapai Rp1,48 triliun. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian berkomitmen membantu pemulihan, mulai dari penyediaan bibit, alat dan mesin pertanian, hingga pembukaan lahan sawah baru melalui program cetak sawah.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras berdampak signifikan terhadap harga beras dunia. Ia menyatakan harga beras global turun hingga 44 persen akibat Indonesia menghentikan impor beras.
Amran menilai kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menguntungkan petani dalam negeri, tetapi juga turut menjaga stabilitas pasar beras internasional.
Next News

Pemprov Sumut Tetapkan 2025 Tahun Fondasi Pembangunan, 2026 Masuk Fase Akselerasi
a month ago

ATR/BPN Sumut Targetkan 17.148 Bidang PTSL pada 2026
a month ago

Bulog Sumut Salurkan 5.126 Ton Beras untuk Warga Terdampak Bencana Alam
a month ago

Satgas Kodim 0210/TU Rampungkan Jembatan Darurat di Humbang Hasundutan Pascabencana Longsor
a month ago

Impor Sumatera Utara Januari–November 2025 Turun 5,23 Persen
a month ago

Usulan Bobby Nasution Diterima, Presiden Prabowo Batalkan Pemotongan TKD Sumut 2026
a month ago

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditargetkan Rampung 10 Februari 2026
2 months ago

Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Sumut Dimulai Serentak
2 months ago

PNBP Imigrasi Sumut Tahun 2025 Lampaui Target, Capai Rp220,8 Miliar
2 months ago

Libur Panjang Isra Miraj, KAI Sumut Sediakan 34.288 Tiket untuk Layani Mobilitas Masyarakat
2 months ago





