Minggu, 1 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Puasa Bikin Mata Berkunang-kunang? Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

RAU - Sunday, 01 March 2026 | 07:05 PM

Background
Puasa Bikin Mata Berkunang-kunang? Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Puasa Bikin Mata Berkunang-kunang? Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Bayangkan skenarionya begini: jam menunjukkan pukul dua siang. Perut sudah mulai melantunkan lagu keroncong yang tak berkesudahan, tenggorokan rasanya sekering gurun Sahara, dan konsentrasi sudah terbang entah ke mana. Pas lagi asyik-asyiknya rebahan sambil scrolling TikTok, tiba-tiba ada panggilan dari ibu atau bos di kantor. Begitu lu berdiri dengan semangat empat lima, eh, dunia mendadak gelap. Mata kayak kemasukan kembang api—ada bintik-bintik putih atau cahaya kuning yang nari-nari nggak jelas. Rasanya kayak lagi berada di video klip lagu galau, tapi versi pusing tujuh keliling.

Fenomena mata berkunang-kunang ini seolah-olah sudah jadi paket "bundling" buat orang yang berpuasa. Banyak yang bilang itu tanda-tanda kurang darah, ada juga yang nakut-nakutin kalau itu gejala penyakit berat. Tapi, sebenarnya apa sih yang terjadi di dalam tubuh kita sampai mata bisa "disko" sendiri pas lagi puasa? Tenang, jangan panik dulu. Yuk, kita bedah bareng-bareng lewat kacamata medis tapi tetap dengan bahasa santai ala tongkrongan.

Biang Kerok Pertama: Gula Darah Lagi "Low-Bat"

Masalah paling klasik saat puasa itu namanya hipoglikemia, alias kadar gula darah yang merosot tajam. Ibarat smartphone yang baterainya tinggal 1 persen tapi dipaksa buat buka aplikasi berat, ya pasti nge-lag, kan? Nah, tubuh kita pun begitu. Glukosa atau gula darah adalah bahan bakar utama otak dan sistem saraf kita. Pas lagi puasa, asupan karbohidrat otomatis terhenti selama belasan jam.

Menurut para ahli kesehatan, ketika stok gula dalam darah menipis, otak adalah organ pertama yang protes. Karena otak nggak dapat suplai energi yang cukup, koordinasi saraf jadi terganggu, termasuk saraf optik yang mengurus penglihatan. Hasilnya? Muncul deh itu sensasi cahaya terbang atau pandangan kabur yang bikin kita harus pegangan tembok biar nggak ambruk. Jadi, kalau mata sudah mulai berkunang-kunang di jam kritis, itu kode keras dari tubuh kalau tangki bensin lu sudah benar-benar kosong.

Hipotensi Ortostatik: Efek "Kagetan" Saat Berdiri

Pernah dengar istilah orthostatic hypotension? Kedengarannya memang canggih dan agak serem, tapi sebenarnya ini hal yang lumrah banget terjadi. Ini adalah kondisi di mana tekanan darah turun tiba-tiba pas kita berubah posisi dari duduk atau tiduran ke posisi berdiri. Pas puasa, volume cairan dalam tubuh kita biasanya berkurang. Darah jadi sedikit lebih kental dan tekanan darah cenderung lebih rendah dari biasanya.



Masalahnya begini: pas kita berdiri mendadak, gravitasi menarik darah kita ke arah kaki. Harusnya sih jantung langsung sigap memompa darah ke atas supaya otak tetap dapat oksigen. Tapi karena kondisi kita lagi lemas dan kurang cairan (dehidrasi), respon jantung jadi agak telat. Detik-detik keterlambatan suplai darah ke otak inilah yang bikin pandangan gelap sesaat dan mata berkunang-kunang. Makanya, sangat disarankan kalau lagi puasa, gerakan transisi dari rebahan ke berdiri itu harus pelan-pelan. Jangan kayak lagi dikejar debt collector, pelan tapi pasti aja, bestie.

Dehidrasi yang Sering Disepelekan

Jangan salah kaprah, dehidrasi itu bukan cuma soal haus doang. Pas tubuh kekurangan cairan, volume darah bakal berkurang. Kalau volume darah sedikit, tensi otomatis drop. Kondisi ini makin diperparah kalau lu termasuk orang yang "mager" alias malas minum pas sahur atau berbuka. Ahli kesehatan selalu mengingatkan kalau air putih itu krusial. Tanpa cairan yang cukup, sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh—terutama ke area kepala—bakal terhambat. Mata berkunang-kunang itu cuma cara tubuh bilang, "Woy, isi ulang dong airnya nanti pas bedug!"

Gimana Caranya Biar Nggak Kayak Zombi di Siang Bolong?

Kita nggak mungkin dong membatalkan puasa cuma karena mata kunang-kunang sedikit (kecuali kalau sudah sampai mau pingsan beneran, ya). Ada beberapa tips cerdik dari kacamata medis yang bisa kita lakuin biar ibadah tetap lancar tapi badan nggak ringkih-ringkih amat:

  • Jangan Skip Sahur: Makan sahur itu bukan cuma soal ibadah, tapi soal strategi bertahan hidup. Pilih karbohidrat kompleks kayak nasi merah, oatmeal, atau ubi. Makanan jenis ini dicernanya lama, jadi energi dilepas pelan-pelan ke aliran darah. Lu nggak bakal cepat "crash" di siang hari.
  • Rumus 2-4-2: Minum air putih dengan pola 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Ini kunci biar volume darah lu tetap stabil dan nggak gampang pusing pas berdiri.
  • Kurangi Kafein: Kopi dan teh itu bersifat diuretik, alias bikin lu bolak-balik ke kamar mandi buat buang air kecil. Semakin banyak kencing, semakin cepat lu dehidrasi. Kalau nggak mau mata berkunang-kunang, coba kurangi kopi pas sahur.
  • Gerak Santai: Kalau mau berdiri dari posisi duduk atau tidur, kasih jeda dulu. Duduk sebentar, baru berdiri perlahan. Jangan langsung gas pol.

Kesimpulannya, Bahaya Nggak Sih?

Secara umum, mata berkunang-kunang saat puasa itu hal yang wajar dan nggak perlu terlalu dikhawatirkan kalau hilangnya cepat. Itu cuma respon fisiologis tubuh terhadap kekurangan energi dan cairan. Tapi, ada catatannya nih. Kalau kunang-kunangnya disertai pusing hebat, mual muntah, atau rasa mau pingsan yang berkali-kali, nah itu baru lu harus waspada. Bisa jadi ada masalah kesehatan lain kayak anemia atau gangguan jantung yang perlu dicek ke dokter.

Puasa memang melatih kesabaran, tapi bukan berarti kita harus menyiksa badan tanpa ilmu. Dengan ngerti kenapa mata kita bisa "disko" sendiri, kita jadi lebih bijak mengatur pola makan dan aktivitas. Jadi, mulai besok kalau mata mulai berkunang-kunang, jangan dulu nyalahin setan atau jin yang lewat ya. Bisa jadi itu cuma sinyal kalau tubuh lu lagi butuh istirahat sejenak sambil nunggu adzan Maghrib berkumandang. Semangat puasanya, jangan lupa tetap terhidrasi ya!