Evakuasi Korban Longsor Cisarua Masih Berlanjut, Dedi Mulyadi Soroti Kondisi Medan dan Alih Fungsi Lahan
RAU - Saturday, 24 January 2026 | 09:04 AM


Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlangsung sejak bencana terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Sejumlah petugas gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri, BPBD Jawa Barat, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat sekitar terlibat langsung dalam proses pencarian. Kondisi cuaca dan struktur tanah menjadi kendala utama.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berada di lokasi sejak siang hari menuturkan bahwa pencarian membutuhkan kewaspadaan ekstra. Ia menyebut kondisi tanah yang labil membuat petugas harus bergerak perlahan agar tidak memicu longsoran susulan.
"Di sini medan cukup berat. Kondisinya licin, rawan ambles, dan membutuhkan kehati-hatian," ujar Dedi saat meninjau lokasi sebagaimana dilansir dari Kompas pada Sabtu (24/1/2026).
Sejumlah aparat terlihat menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop. Menurut petugas SAR, penggunaan alat berat hanya dilakukan pada bagian tertentu karena dikhawatirkan merusak struktur tanah yang masih menutupi korban.
Cuaca di kawasan Cisarua juga berpengaruh besar. Dalam beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi turun di kawasan perbukitan Bandung Barat, membuat proses evakuasi sering tertunda.
Berdasarkan laporan aparat desa, sejumlah warga saat kejadian diduga masih berada di dalam rumah. Karena bencana terjadi saat sebagian penduduk sedang tidur, tim menduga masih ada korban yang belum ditemukan.
Proses penyisiran dilakukan dari permukiman yang tertimbun menuju area aliran material longsoran. Sejumlah titik dianggap sebagai kantong lokasi korban.
Hingga berita ini ditulis, belum ada angka final jumlah korban mengingat proses identifikasi masih berjalan. Pemerintah daerah meminta publik menunggu pembaruan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi.
Sementara itu,
menimbang risiko bencana susulan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memindahkan warga yang bermukim di zona merah.
"Kami tidak ingin kejadian ini berulang. Karena itu tempat yang sangat rawan akan direlokasi," ujar Dedi.
Skema relokasi tersebut sedang disusun bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Prioritas pertama ialah mencari lahan pengganti untuk hunian warga serta penataan kembali ruang kawasan Cisarua.
Untuk sementara, korban selamat ditempatkan di pos pengungsian terdekat. Selain kebutuhan pangan dan sandang, pemerintah juga menyiapkan pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial.
Bantuan logistik dari pemerintah provinsi, kementerian, lembaga, hingga komunitas relawan mulai berdatangan. Distribusi logistik terkendala akses yang tersumbat material longsor.
Selain memakan korban jiwa, longsor juga menimbulkan dampak ekonomi. Sejumlah warga kehilangan rumah, lahan pertanian rusak, dan aktivitas harian terhenti.
Dalam jangka menengah, pemerintah daerah perlu menghitung dampak kerusakan untuk menentukan skema bantuan hunian, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga rehabilitasi lingkungan.
Hingga saat ini proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung. Pemerintah provinsi berjanji akan memberikan pembaruan secara berkala. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk menjauh dari lokasi bencana karena tanah masih bergerak.
Next News

Malaysia dan Brunei Pilih Mekanisme ASEAN Tangani Kabut Asap Lintas Batas
12 hours ago

Pemkot Gunungsitoli Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg, 36 Tabung dari Usaha Laundry Diamankan
12 hours ago

Hampir Setahun Pascabanjir, Pembangunan Tanggul di Tukka Tapteng Mulai Bergerak
20 minutes ago

Polda Sumut Cek Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla
23 minutes ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Selasa 25 Agustus: 33 Kabupaten/Kota Diguyur Hujan Ringan, Dua Wilayah Waspada Hujan Sedang
4 hours ago

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peletakan Batu Pertama Masjid Dar Ibnu Arrizah, Pemkab Tapsel Dukung Pengembangan Pesantren
4 hours ago

Bupati Gus Irawan Dorong Pemuda Pancasila Perkuat Persatuan dan Sinergi untuk Tapsel Bangkit
a day ago

PCNU Tapsel Dikukuhkan, Bupati Gus Irawan Ajak NU Bersinergi Perangi Narkoba, Judol dan Kemiskinan
a day ago

11 OPD/UPTD Paluta raih apresiasi, Indeks Inovasi Daerah 2025 berpredikat "Inovatif"
a day ago

Pusdalops catat 357 KK terdampak akibat cuaca ekstrem di Kota Medan
a day ago





