Minggu, 3 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Dari Rumah Tak Layak Huni Jadi Harapan Baru, Bupati Tapsel Resmikan Bedah Rumah di Kelurahan Napa

Laila - Saturday, 02 May 2026 | 09:12 PM

Background
Dari Rumah Tak Layak Huni Jadi Harapan Baru, Bupati Tapsel Resmikan Bedah Rumah di Kelurahan Napa

ANGKOLA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan meresmikan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di Lingkungan I, Kelurahan Napa, Kecamatan Angkola Selatan, Sabtu (2/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak bagi warganya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil Siregar, Staf Ahli Bupati, Inspektur Daerah, Camat Angkola Selatan, para lurah dan kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program bedah rumah tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah ini tidak hanya bersumber dari anggaran pemerintah daerah melalui APBD, tetapi juga hasil dari semangat gotong royong masyarakat yang menjadi nilai budaya di Tapanuli Selatan.

"Program ini merupakan implementasi nilai Dalihan Natolu yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong. Dengan sinergi seluruh pihak, berbagai persoalan masyarakat dapat diselesaikan bersama," ujar Bupati.



Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini bermula dari laporan Inspektur Daerah yang menemukan kondisi rumah warga yang tidak layak huni saat melakukan peninjauan pascabencana. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati segera menginstruksikan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan melalui program bedah rumah.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, aparatur pemerintah, serta relawan yang telah berpartisipasi dalam proses pembangunan. Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan rumah di tengah kondisi pascabencana.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa penanganan bencana di Tapanuli Selatan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai cepat dalam melakukan pendataan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Rumah ini diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi keluarga penerima manfaat," tambahnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Hamdy Saleh Pulungan, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut berawal dari temuannya saat melihat langsung kondisi rumah milik seorang warga yang dinilai tidak layak huni.



Ia menyebutkan bahwa rumah tersebut memiliki lantai tanah dan sering mengalami kebanjiran saat hujan, sehingga membutuhkan penanganan segera.

"Setelah melihat kondisi tersebut, kami langsung melaporkannya kepada Bupati dan segera ditindaklanjuti melalui program bedah rumah," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh tukang dan masyarakat sekitar, bahkan sebagian di antaranya memberikan tenaga secara sukarela.

Tokoh adat setempat, Pandapotan Harahap, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang dinilai hadir secara langsung dalam melihat kondisi masyarakat di tingkat bawah.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Bantuan ini sangat berarti bagi warga," ujarnya.



Hal senada juga disampaikan oleh penerima bantuan yang mengungkapkan rasa syukur atas bantuan rumah layak huni yang diberikan kepada keluarganya.

Camat Angkola Selatan, Dody Kurniawan, turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta peninjauan langsung rumah yang telah selesai dibangun. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.