Bupati Tapsel Pantau Pemulihan Korban Banjir, Salurkan Bantuan di Huntap Hapesong Baru dan Huntara Napa
RAU - Friday, 01 May 2026 | 08:38 AM


BATANGTORU – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu terus memantau proses pemulihan masyarakat pascabencana banjir dengan turun langsung menyerahkan bantuan berkelanjutan kepada warga di Hunian Tetap (Huntap) Desa Hapesong Baru dan Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Jumat (01/05/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Turut mendampingi Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel Rocky AP Gultom, Ketua Dharma Wanita Persatuan Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, Asisten III Trianta, unsur Forkopimcam, Camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Di Huntap Desa Hapesong Baru yang diperuntukkan bagi 227 kepala keluarga (KK), Bupati menyerahkan bantuan kepada 107 KK penghuni. Sebelumnya, bantuan serupa telah diberikan kepada 120 KK saat serah terima kunci Huntap yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada 27 Maret 2026 lalu.
Bantuan yang disalurkan meliputi kompor lengkap dengan regulator dan gas, perlengkapan dapur, kontainer penyimpanan, paket sembako, mie instan, kain sarung, selimut, sajadah, pampers, serta perlengkapan sekolah bagi anak SD dan SMP.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan mengaku sengaja kembali datang untuk memastikan kondisi masyarakat semakin membaik.
"Saya sudah lama ingin kembali bertemu warga. Jangan lupa doakan kami agar selalu sehat dan bisa terus melayani masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, Huntap Hapesong Baru yang merupakan bantuan dari yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi salah satu kawasan hunian pascabencana dengan penyelesaian tercepat di Indonesia. Saat ini seluruh unit telah ditempati warga dengan fasilitas dasar yang terus dilengkapi pemerintah.
Ke depan, Pemkab Tapsel merencanakan pembangunan rumah ibadah, area bermain anak melalui koordinasi dengan PKK Provinsi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah bantuan kolam bundar bioflok untuk budidaya ikan lele lengkap dengan bibit dan pakan. Produksi lele tersebut direncanakan menjadi pemasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak PTPN untuk pemanfaatan lahan sawit muda melalui sistem tumpangsari jagung guna memperkuat ketahanan ekonomi warga.
"Harapan saya masyarakat di Huntap ini hidup kompak dan saling membantu sesuai falsafah Dalihan Natolu. Tetangga adalah penolong pertama ketika kita mengalami kesulitan," pesan Bupati.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Huntara Desa Napa yang saat ini dihuni 245 KK korban bencana. Di lokasi tersebut, Bupati kembali menyerahkan bantuan kompor dan regulator, paket sembako, serta mie instan kepada seluruh penghuni.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan Huntara Napa yang dinilai sebagai salah satu hunian sementara terbaik karena telah dilengkapi aula, rumah ibadah, serta arena bermain futsal.
"Menurut saya ini salah satu Huntara terbaik yang pernah dibangun dan bahkan sudah viral. Kita berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu masyarakat Tapsel," ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah sedang merancang pembangunan hunian tetap permanen bagi warga Huntara Desa Napa sekaligus menyiapkan program pemberdayaan ekonomi, termasuk budidaya ikan lele sebagai sumber penghasilan baru masyarakat.
Dalam dialog bersama warga, kebutuhan lapangan pekerjaan menjadi aspirasi utama masyarakat pascabencana.
"Kita akan diskusikan pemanfaatan ruang yang ada, termasuk peluang budidaya ikan lele agar masyarakat memiliki penghasilan," tambahnya.
Tokoh masyarakat Desa Napa, Ali Sutan Pasaribu, mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.
"Kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK menjadi kebanggaan bagi kami. Bantuan ini membawa harapan menuju kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, penghuni Huntap Hapesong Baru, Siti Kholija Siregar, mengaku bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat yang mengalami penurunan penghasilan setelah bencana.
"Bantuan ini sangat dibutuhkan. Setelah bencana, usaha kami menurun. Semoga ekonomi kami bisa kembali membaik," katanya.
Hal senada disampaikan Lensi Rambe, warga Huntara Napa, yang merasa kondisi hunian sementara saat ini jauh lebih baik dibanding saat masih tinggal di tenda pengungsian.
"Kami senang dan berharap ke depan ada pekerjaan agar kehidupan kami kembali normal," ucapnya.
Next News

Bupati Tapsel Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Tapanuli Selatan Masa Bakti 2025–2030, Perkuat Sinergi Keumatan dan Pemulihan Pascabencana
8 hours ago

Pemprov Sumut siapkan 9.759 formasi CPNS tahun ini
9 hours ago

SPPG Bintuju Resmi Beroperasi, Bupati Tapsel: Program MBG Dorong Ekonomi Pascabencana
a day ago

Bupati Tapsel Ajak Penyuluh Pertanian Perkuat Sinergi Bangkitkan Sektor Pertanian Pascabencana
2 days ago

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Lubuk Larangan kepada Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan, Dorong Swasembada Ikan dan Pelestarian Sungai
2 days ago

PPIH Medan sebut tujuh calon haji tunda berangkat ke Tanah Suci
a day ago

Wali Kota Sibolga Lepas 30 Calon Jamaah Haji Tahun 2026 di Masjid Agung
2 days ago

Pemprov Sumut Anggarkan Rp158 Miliar Perbaikan Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang
2 days ago

Pemprovsu Perketat Pengawasan Distribusi Minyak Goreng
2 days ago

Pemkot Medan gencarkan penggunanan SILEDAK dongkrak PAD
2 days ago





