Bupati Tapsel Ajak Penyuluh Pertanian Perkuat Sinergi Bangkitkan Sektor Pertanian Pascabencana
Liaa - Thursday, 30 April 2026 | 03:13 AM


SIPIROK
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar kegiatan Silaturahmi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Bupati Tapanuli Selatan di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan para penyuluh pertanian dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa bencana yang terjadi pada 25 November lalu memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi daerah, khususnya sektor pertanian.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan pada triwulan terakhir tahun 2025 mengalami koreksi cukup dalam. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi berada di atas 5 persen, pada triwulan akhir turun menjadi 2,4 persen sehingga secara agregat pertumbuhan ekonomi daerah berada di angka 4,39 persen.
"Dampak bencana sangat terasa terhadap perekonomian masyarakat. Saya khawatir angka kemiskinan dan pengangguran meningkat, sehingga sejak awal pemerintah fokus penuh pada penanganan bencana dan pemulihan ekonomi masyarakat," ujar Bupati.
Bupati memaparkan berbagai langkah cepat yang telah dilakukan pemerintah, di antaranya penyaluran bantuan masa darurat sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan bagi korban bencana, santunan ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per jiwa, hingga bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang masing-masing Rp15 juta dan Rp30 juta.
Selain itu, masyarakat terdampak juga menerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial sebesar Rp450 ribu per jiwa selama tiga bulan, serta bantuan pemulihan ekonomi rumah tangga hingga Rp8 juta per keluarga.
Berkat langkah tersebut, lanjutnya, angka kemiskinan di Tapanuli Selatan masih mampu ditekan turun sebesar 0,78 persen meski daerah baru saja mengalami bencana besar. Bahkan, Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil meraih penghargaan nasional dengan peringkat kedua dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting, serta memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar dari pemerintah pusat.
"Kalau tidak ada bencana, saya yakin capaian kita jauh lebih baik. Namun ini membuktikan kerja keras semua pihak mampu menjaga stabilitas daerah," katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya peran strategis penyuluh pertanian dalam percepatan swasembada pangan dan peningkatan produktivitas pertanian daerah.
Menurutnya, Tapanuli Selatan saat ini sangat membutuhkan kehadiran aktif para penyuluh di lapangan, terutama setelah ribuan hektare lahan pertanian terdampak bencana dengan total kegagalan panen mencapai sekitar 3.000 hektare.
"Tapsel lagi membutuhkan kalian. Penyuluh pertanian harus hadir di tengah petani, memastikan program ketahanan pangan berjalan dan produktivitas pertanian kembali meningkat," tegasnya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi antara Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan dengan penyuluh pertanian yang kini berstatus pegawai pemerintah pusat, sehingga tidak terjadi kesenjangan koordinasi di lapangan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 191 tenaga penyuluh pertanian yang telah beralih status menjadi pegawai Kementerian Pertanian sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025.
Ia menegaskan, meskipun terjadi perubahan status kepegawaian, kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyuluh tetap berjalan dalam pelaksanaan berbagai program strategis seperti optimasi lahan, rehabilitasi irigasi, serta percepatan tanam pascabencana.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Tapanuli Selatan Leni Marlina Nasution menambahkan bahwa secara tugas dan fungsi, penyuluh pertanian tetap bekerja mendampingi petani di lapangan. Namun saat ini fokus utama diarahkan pada percepatan swasembada pangan nasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari total 248 Desa dan Kelurahan di Tapanuli Selatan, jumlah penyuluh yang tersedia masih sekitar 138 orang, sehingga masih terdapat kekurangan tenaga penyuluh jika target satu desa satu penyuluh diterapkan.
"Kami berharap dukungan penuh pemerintah daerah agar penyuluh pertanian dapat bekerja maksimal dalam memulihkan pertanian pascabencana dan menjaga ketahanan pangan daerah," ujarnya.
Next News

Reli Asia Pasifik dilepas dari Kota Pematangsiantar, diikuti 45 peserta
6 hours ago

Gubernur siapkan Rp2 miliar bangun rumah produksi kelapa di Nias Utara
6 hours ago

Gelombang panas melanda sebagian besar Korea Selatan
6 hours ago

BI Sumut kaji potensi wisata Danau d d Toba jadi ekonomi khusus
a day ago

Disdik Tapsel turun tangan tindaklanjuti dugaan guru dan kasek jarang masuk di SD Tapus Nabolak
a day ago

Pusdalops Sumut catat satu hektare terdampak karhutla di Simalungun
a day ago

Cuaca Sumatra Utara 8 Agustus 2026: Hujan Berpotensi Turun hingga Malam
17 hours ago

Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
2 days ago

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Prabowo Soroti Kualitas Materi dan Fisik Buku Pelajaran
2 days ago

BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Diduga Langgar Disiplin hingga Hukum
2 days ago





