Kamis, 30 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Lubuk Larangan kepada Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan, Dorong Swasembada Ikan dan Pelestarian Sungai

Liaa - Thursday, 30 April 2026 | 03:07 AM

Background
Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Lubuk Larangan kepada Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan, Dorong Swasembada Ikan dan Pelestarian Sungai

BATANG ANGKOLA

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menyerahkan bantuan kepada Pengawas Lubuk Larangan Kelompok Sahabat Bagusi (POKMASWAS) Kelurahan Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa potensi sumber daya air di Tapanuli Selatan sangat besar, namun hingga kini Tapsel masih mengalami defisit produksi ikan.

"Data konsumsi ikan di Tapsel lebih dari 15 ribu ton per tahun, sementara produksi kita sebelumnya hanya sekitar 7.500 ton. Artinya kita masih defisit hampir 50 persen. Setelah Gerakan Seribu Kolam berjalan, produksi meningkat menjadi sekitar 8.800 ton. Ini harus terus kita kejar sampai swasembada ikan," ujar Bupati.



Ia menjelaskan, program Seribu Kolam bukan sekadar slogan, tetapi menjadi strategi nyata meningkatkan produksi perikanan, kesejahteraan masyarakat, serta menjaga lingkungan sungai.

Menurutnya, kendala terbesar dalam usaha budidaya ikan maupun peternakan adalah tingginya biaya pakan yang bisa mencapai 90 persen dari total biaya produksi. Karena itu, Pemkab Tapsel tengah membangun kemitraan strategis dengan perusahaan nasional seperti Japfa guna menekan harga pakan dan memperkuat ekosistem usaha masyarakat.

"Melalui kemitraan dengan Japfa, nanti kandang disiapkan kelompok, sementara DOC, bibit, dan pakan difasilitasi dengan harga yang relah disepakati diawal. Kita juga dorong BUMD menjadi distributor sekaligus offtaker agar hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang jelas," ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan rencana pengembangan sektor perikanan, peternakan ayam, hingga komoditas jagung sebagai satu ekosistem ekonomi terpadu di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah meningkatkan anggaran sektor pertanian dan perikanan karena sektor tersebut merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapsel.



"Kalau sektor pertanian penyumbang terbesar ekonomi daerah, maka anggarannya juga harus kita perkuat. Tahun ini kita tingkatkan secara signifikan agar program benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Bupati turut mengajak masyarakat menjaga sungai melalui sistem lubuk larangan, yakni kearifan lokal yang melarang aktivitas merusak lingkungan seperti membuang sampah, meracun ikan, maupun penangkapan ilegal.

"Lubuk larangan bukan hanya menjaga ikan, tetapi menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi masyarakat, bahkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel Syaiful melaporkan bahwa lubuk larangan Sahabat Bagusi memiliki panjang sungai sekitar 1 hingga 1,5 kilometer. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Tapsel memberikan bantuan sekitar 10.000 ekor benih ikan terdiri dari ikan mas, jurung, baung, dan tawes.



Menurutnya, konsep lubuk larangan telah terbukti memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan di sejumlah wilayah Tapsel. Bahkan di Kelurahan Garonggang, Angkola Selatan, hasil panen lubuk larangan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp80 juta sampai Rp100 juta setiap panen serta mendukung pembangunan fasilitas masyarakat.

Ketua Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan Ahmad Faizi Dalimunthe menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah serta menyatakan komitmen kelompoknya menjaga sungai dan mendukung program ketahanan pangan daerah.

"Kami berharap bimbingan dan pendampingan terus diberikan agar kearifan lokal lubuk larangan ini berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Tokoh masyarakat Muhammad Imron Dalimunthe juga menyampaikan harapan masyarakat terkait peningkatan infrastruktur jalan penghubung antar kelurahan guna menunjang akses ekonomi dan pertanian masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Batang Angkola, Forkopimcam dari TNI/Polri, Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution, lurah se-Kecamatan Batang Angkola, penyuluh perikanan dan pertanian, serta masyarakat setempat.