Cuaca Sumatra Utara 8 Agustus 2026: Hujan Berpotensi Turun hingga Malam
RAU - Saturday, 08 August 2026 | 08:54 AM


Warga Sumatra Utara perlu memperhatikan perkembangan cuaca pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Sumatra Utara berada dalam kondisi berawan, dengan peluang hujan ringan pada siang hingga malam hari.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, menyebut hujan ringan berpotensi muncul di sejumlah daerah pada siang hingga sore hari.
Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut meliputi Asahan, Langkat, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Toba, Kepulauan Nias, dan daerah sekitarnya.
Hujan Masih Berpeluang pada Malam Hari
Potensi hujan tidak hanya terjadi pada siang dan sore. Pada malam hari, hujan ringan masih diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra Utara.
Sementara itu, memasuki dini hari, kondisi cuaca diprediksi kembali lebih banyak berawan.
Dari sisi parameter cuaca, suhu udara Sumatra Utara diperkirakan berada di kisaran 15-35 derajat Celsius. Kelembapan udara juga cukup tinggi, yakni sekitar 60-100 persen.
Angin diprediksi bergerak dari arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5-20 kilometer per jam.
Ada 11 Titik Panas Terdeteksi
Selain memantau kondisi atmosfer, BMKG turut mencatat keberadaan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Sumatra Utara.
Hasil pemantauan pada 6 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 11 titik panas yang tersebar di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Toba.
Keberadaan titik panas tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Gelombang Laut Capai 4 Meter
Perhatian juga perlu diberikan kepada masyarakat yang beraktivitas di laut. BMKG memperkirakan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan sekitar Sumatra Utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain Novena, mengatakan gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu.
Sementara itu, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Sumatra Utara, serta Perairan Timur Kepulauan Nias.
Potensi kondisi gelombang tersebut diperkirakan berlangsung pada 8-10 Agustus 2026.
Masyarakat yang hendak bepergian maupun melakukan aktivitas di wilayah pesisir dan perairan diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca serta informasi terbaru dari BMKG. Kewaspadaan menjadi penting, khususnya ketika hujan dan gelombang tinggi berpotensi terjadi bersamaan.
Next News

Sekda Tapsel Wakili Bupati Gus Irawan Apresiasi Pengabdian 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali: Berangkat ke Papua, Kembali dengan Selamat
in 5 hours

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 23 Oktober 2026, Langkat Berpotensi Hujan Lebat
in 5 hours

Sekda Tapsel Dampingi Satgas PRR Tinjau Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, Perbaikan Dikebut Jelang Nataru
a day ago

Wabup Jafar Ajak 1.700 Santri Tapsel Terlibat dalam Tiga Gerakan Besar: Perangi Narkoba, Judi Online, dan Kemiskinan
a day ago

Puncak Hujan November-Desember, BMKG Minta Pemda Urus Kesiapan Drainase
16 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Kamis 22 Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan
17 hours ago

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Palas Gelar Gerakan Pasar Murah
2 days ago

Pemkab Padanglawas Kembali Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026
a day ago

Pemprov Sumut Instruksikan Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen Mulai 21 Oktober 2026
a day ago

Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (21/10)
2 days ago





