Gelombang panas melanda sebagian besar Korea Selatan
Laila - Saturday, 08 August 2026 | 08:35 PM


Sebagian besar wilayah Korea Selatan tengah menghadapi gelombang panas dengan suhu udara pada siang hari diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, meskipun hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah.
Administrasi Meteorologi Korea (KMA) memperkirakan hujan lebat dapat terjadi di wilayah pesisir timur dan kawasan pegunungan Provinsi Gangwon pada Sabtu sore. Curah hujan di beberapa daerah diperkirakan dapat mencapai 100 milimeter.
Sementara itu, Seoul dan sejumlah wilayah di bagian tengah Korea Selatan juga berpotensi mengalami hujan dengan curah hingga 40 milimeter.
Hujan diperkirakan dapat membuat suhu udara turun untuk sementara. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena suhu diprediksi kembali meningkat ketika cuaca panas dan tingkat kelembapan kembali naik.
Gelombang panas yang berlangsung cukup intens juga membuat pemerintah meningkatkan perhatian terhadap risiko kesehatan masyarakat. Sejumlah pelaksanaan ujian mengemudi untuk sementara dikurangi atau ditangguhkan karena adanya kekhawatiran terhadap dampak suhu tinggi terhadap kesehatan peserta.
Data pemerintah menunjukkan bahwa kasus gangguan kesehatan akibat panas mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode awal tahun hingga akhir Agustus pada 2021-2025, rata-rata terdapat 638 kasus gangguan kesehatan akibat panas setiap tahunnya.
Jumlah tersebut hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata 215 kasus per tahun yang tercatat pada periode 2011-2015.
Pada 2024, sebanyak 1.299 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas selama periode tersebut. Dari jumlah itu, 12 orang meninggal dunia.
Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi gelombang panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus. Suhu udara pada siang hari diperkirakan berada di kisaran 31 hingga 35 derajat Celsius di sebagian besar wilayah Korea Selatan.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan panas, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama periode cuaca panas berlangsung
Next News

Reli Asia Pasifik dilepas dari Kota Pematangsiantar, diikuti 45 peserta
32 minutes ago

Gubernur siapkan Rp2 miliar bangun rumah produksi kelapa di Nias Utara
34 minutes ago

BI Sumut kaji potensi wisata Danau d d Toba jadi ekonomi khusus
18 hours ago

Disdik Tapsel turun tangan tindaklanjuti dugaan guru dan kasek jarang masuk di SD Tapus Nabolak
18 hours ago

Pusdalops Sumut catat satu hektare terdampak karhutla di Simalungun
19 hours ago

Cuaca Sumatra Utara 8 Agustus 2026: Hujan Berpotensi Turun hingga Malam
12 hours ago

Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
2 days ago

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku Ajar Nasional, Prabowo Soroti Kualitas Materi dan Fisik Buku Pelajaran
2 days ago

BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Diduga Langgar Disiplin hingga Hukum
2 days ago

Bobby Nasution Siapkan RSUD dr M Thomsen Nias Gunungsitoli Jadi Rumah Sakit Regional Kepulauan Nias
2 days ago





