Indonesia dan Korea Selatan Bangun Pusat Pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan
RAU - Friday, 07 August 2026 | 08:24 AM


Upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan pemerintah Indonesia melalui kerja sama internasional. Salah satunya dengan membangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Sumatera Selatan bersama Pemerintah Korea Selatan.
Pusat pengendalian karhutla tersebut dibangun sebagai sarana peningkatan kapasitas, pengembangan teknologi, serta penguatan strategi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Indonesia.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik saat kunjungan kerja ke Korea Selatan pada April lalu.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan. Dalam agenda itu, kedua negara membahas berbagai bentuk kolaborasi, termasuk percepatan pembangunan pusat pengelolaan karhutla.
Raja Juli Antoni mengatakan, pembangunan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama penting antara Indonesia dan Korea Selatan. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang dan nantinya diresmikan secara langsung oleh pihak Korea.
Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan kerja sama lintas negara karena dampak kebakaran hutan tidak mengenal batas wilayah administrasi.
"Asap akibat kebakaran hutan tidak mengenal batas wilayah. Kebakaran yang terjadi di satu daerah dapat berdampak ke wilayah lain, bahkan hingga negara lain," ujarnya.
Ia mencontohkan, kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dapat menimbulkan dampak asap yang dirasakan oleh daerah lain maupun negara tetangga.
Pemerintah Indonesia juga terus berupaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman fenomena El Nino yang datang lebih cepat.
Raja Juli Antoni berharap pengendalian karhutla tahun ini dapat menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya dibandingkan kondisi pada 2023, dengan dampak yang lebih kecil bagi masyarakat.
Sementara itu, Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho mengatakan, pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center merupakan hasil kerja sama panjang antara Indonesia dan Korea Selatan selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, kedua negara selama ini telah berbagi pengalaman, teknologi, serta strategi terbaik dalam menangani kebakaran hutan hingga akhirnya menghasilkan pembangunan pusat pengelolaan karhutla tersebut.
Jeong menilai, nilai utama dari kerja sama ini bukan hanya terletak pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan, semangat kolaborasi, dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.
Ia memastikan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang pengendalian karhutla akan terus berlanjut dan tidak berhenti setelah proyek pembangunan pusat tersebut selesai.
Melalui pusat pengendalian karhutla ini, Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta mampu memperkuat perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Next News

Dingin China menggigit, Kakek-Nenek Indonesia asal Aceh terus melaju menuju Zhangye
in 3 hours

Sumut Raih Peringkat 5 MTQN XXXI 2026, Sejumlah Peserta Raih Gelar Terbaik
in 2 hours

47 Hunian Tetap di Humbahas Mulai Dibangun Awal Oktober 2026
15 hours ago

Operasi Pasar Ayam Segar di Medan, Harga Dipatok Rp40.000 per Kilogram
15 hours ago

Bulog Sumut: Penyaluran bantuan pangan kepada KPM capai 76,16 persen
19 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumut Selasa 22 September 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
a day ago

Pemprov Sumut Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia, Target Vaksinasi 15.000 Hewan
2 days ago

Bupati Gus Irawan Lantik 38 Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Tapsel
2 days ago

DPRD Tapanuli Selatan Gelar Rapat Paripurna PAW, H. Muhammad Yusuf Siregar Resmi Dilantik
2 days ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Senin 21 September 2026, Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Lebat
2 days ago





