Jumat, 9 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Berita

Buya Syekh Muhammad Ali Idris: Baiat Janji Suci dan Komitmen Spiritual kepada Allah SWT

eno - Monday, 15 December 2025 | 09:48 AM

Background
Buya Syekh Muhammad Ali Idris: Baiat Janji Suci dan Komitmen Spiritual kepada Allah SWT

Tapanuli Selatan – Pengasuh Tertinggi Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI), Buya Syekh Muhammad Ali Idris, menegaskan bahwa baiat merupakan janji suci dan komitmen spiritual antara seorang hamba dengan Allah SWT, bukan sekadar ikrar lisan semata.

Hal tersebut disampaikan Buya Ali Idris dalam tausiyahnya di hadapan 128 murid baru yang mengikuti prosesi baiat di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Minggu (14/12/2025) malam.

Buya menjelaskan bahwa baiat memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Fath ayat 10.

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa orang-orang yang berbaiat kepada Rasulullah SAW sejatinya berbaiat kepada Allah SWT, dengan tangan Allah berada di atas tangan mereka. Makna ini, menurut Buya Ali Idris, menjadi simbol pengawasan, pertolongan, serta keberkahan Allah SWT bagi orang-orang yang menepati janji baiatnya.

“Baiat bukan hanya ucapan di lisan, tetapi perjanjian batin yang mengikat hati, amal, dan tanggung jawab moral seorang muslim. Di dalamnya terdapat konsekuensi ketaatan, keistiqamahan, serta komitmen untuk menepati janji dalam kebaikan dan kebenaran,” tegasnya.

Buya Ali Idris menambahkan, dalam thariqah, baiat menjadi sarana pembinaan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui bimbingan guru yang sah dan berlandaskan syariat. Dengan baiat, murid berkomitmen memperbaiki akhlak, menjaga adab, serta konsisten dalam zikir dan amal saleh.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap janji yang diucapkan atas nama Allah SWT akan dimintai pertanggungjawaban. Siapa pun yang melanggar baiat, dampaknya akan kembali kepada dirinya sendiri, sementara mereka yang menepatinya akan memperoleh pahala besar dari Allah SWT.

Nilai-nilai baiat tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman umat Islam dalam membangun integritas diri, menjaga loyalitas terhadap kebenaran, serta meneguhkan kesetiaan kepada ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sumber : PPITTNI