Penderita Darah Tinggi Masih Bisa Makan Daging, Asal Begini Caranya
Liaa - Friday, 29 May 2026 | 10:45 AM


Banyak orang menganggap daging sebagai makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi karena kandungan lemak dan garamnya yang cukup tinggi. Namun, benarkah semua jenis daging berbahaya untuk tekanan darah?
Faktanya, penderita hipertensi masih boleh mengonsumsi daging, asalkan memilih jenis yang tepat, memperhatikan porsi, serta cara pengolahannya. Jika dikonsumsi secara bijak, daging tetap bisa menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh.
Artikel ini akan membahas hubungan antara daging dan hipertensi, jenis daging yang lebih aman dikonsumsi, hingga tips sehat mengolahnya.
Hubungan Daging dengan Tekanan Darah Tinggi
Daging mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin B12. Namun, beberapa jenis daging juga tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan natrium yang dapat memengaruhi tekanan darah.
1. Daging Merah dan Daging Putih
Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi umumnya memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, jenis daging ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.
Sementara itu, daging putih seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kalkun cenderung lebih rendah lemak sehingga dianggap lebih aman untuk penderita tekanan darah tinggi.
2. Daging Olahan
Sosis, ham, bacon, dan nugget termasuk dalam kategori daging olahan yang sebaiknya dibatasi. Jenis makanan ini biasanya mengandung natrium dan bahan pengawet yang tinggi sehingga dapat memicu kenaikan tekanan darah.
Konsumsi daging olahan secara berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
3. Kandungan Garam pada Olahan Daging
Masakan berbahan daging sering kali menggunakan garam dan penyedap dalam jumlah tinggi. Natrium berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga tekanan darah menjadi meningkat.
Karena itu, penderita hipertensi sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih menu olahan daging.
Tips Aman Makan Daging untuk Penderita Hipertensi
Agar tetap bisa menikmati daging tanpa khawatir tekanan darah naik, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
Pilih Daging Rendah Lemak
Utamakan memilih daging tanpa lemak seperti:
- Dada ayam tanpa kulit
- Ikan salmon, tuna, atau sarden
- Daging sapi bagian has dalam
Jenis daging ini memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibanding bagian berlemak lainnya.
Batasi Porsi Konsumsi
Penderita hipertensi sebaiknya tidak mengonsumsi daging secara berlebihan. Porsi ideal sekitar 70–100 gram per makan dan cukup 2–3 kali dalam seminggu.
Gunakan Metode Memasak yang Lebih Sehat
Cara mengolah makanan sangat memengaruhi kandungan lemak dan kalori di dalamnya.
Pilih metode memasak seperti:
- Merebus
- Mengukus
- Memanggang
- Menumis dengan sedikit minyak
Hindari menggoreng terlalu banyak minyak atau memasak hingga gosong.
Kurangi Garam dan Penyedap
Gunakan rempah alami seperti bawang putih, kunyit, lada, atau jahe untuk menambah cita rasa tanpa harus menggunakan banyak garam.
Perbanyak Sayur dan Buah
Padukan daging dengan sayuran tinggi kalium seperti bayam, brokoli, tomat, dan kentang agar membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.
Alternatif Protein yang Lebih Sehat
Jika ingin mengurangi konsumsi daging, ada beberapa sumber protein lain yang lebih ramah untuk penderita hipertensi, seperti:
- Tahu dan tempe
- Kacang merah dan lentil
- Edamame
- Putih telur
- Ikan laut tinggi omega-3
Selain kaya protein, makanan tersebut juga lebih rendah lemak jenuh.
Penderita hipertensi tetap boleh makan daging, tetapi perlu lebih selektif dalam memilih jenis dan cara pengolahannya. Hindari daging olahan dan batasi makanan tinggi garam agar tekanan darah tetap stabil.
Dengan pola makan seimbang, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat, hipertensi dapat dikontrol dengan lebih baik tanpa harus sepenuhnya menghindari daging.
Next News

Menepi Sejenak: 5 Desa di Dunia dengan Suasana Tenang yang Bikin Ingin Resign
in 4 hours

Bukan Nakal, 4 Kebiasaan Anak Ini Bisa Jadi Tanda Rasa Ingin Tahu dan Potensi yang Perlu Diarahkan
in 4 hours

Bukan Sekadar Bikin Kulit Halus, Ini 5 Manfaat Luluran yang Bisa Jadi Ritual Self-Care
in 4 hours

Meroe, Kota Piramida Sudan yang Jarang Diketahui: Jejak Kejayaan Kerajaan Kush di Afrika
in 4 hours

7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Disalahpahami, Nomor 4 Bukan Berarti Minta Dielus
in 4 hours

Benarkah Wanita Lebih Emosional daripada Pria? Ini Fakta Psikologi di Balik Stereotip Gender
in 3 hours

Sering Begadang Diam-Diam Menguras Tubuh? Ini Dampaknya pada Otak, Berat Badan, Kulit, dan Mental
in 3 hours

Mengenal Anoreksia Nervosa: Bukan Sekadar Diet Ketat, Ini Gejala dan Cara Mendapatkan Bantuan
in 3 hours

Frozen Yoghurt Benarkah Lebih Sehat dari Es Krim? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya
in 3 hours

Sering Diabaikan, Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Meningkatkan Risiko Masalah Ginjal
in 3 hours





