Senin, 10 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Disalahpahami, Nomor 4 Bukan Berarti Minta Dielus

Tata - Monday, 10 August 2026 | 07:15 PM

Background
7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Disalahpahami, Nomor 4 Bukan Berarti Minta Dielus

Bongkar Rahasia Majikan: 7 Bahasa Tubuh Kucing yang Sering Bikin Kita Gagal Paham

Pernah nggak sih kamu lagi asyik rebahan, terus tiba-tiba kucing kesayanganmu datang, menatap tajam dengan mata bulatnya, lalu sedetik kemudian dia malah membelakangi mukamu dan menyodorkan pantatnya? Jujurly, sebagai manusia yang merasa sudah memberikan segalanya—dari dry food mahal sampai tempat tidur empuk yang akhirnya cuma dianggurin—perasaan kita pasti campur aduk. Antara merasa terhina atau bingung, sebenernya ini anabul maunya apa sih?

Kucing itu emang makhluk yang penuh teka-teki. Mereka nggak kayak anjing yang ekspresinya gampang ditebak lewat goyangan ekor yang heboh. Kucing punya cara berkomunikasi yang jauh lebih subtil, lebih elegan, dan kadang-kadang agak pasif-agresif. Kalau kamu merasa sudah jadi babu—eh, maksudnya pemilik—yang baik tapi masih sering salah paham sama kemauan si majikan, tenang aja. Kamu nggak sendirian. Memahami bahasa tubuh kucing itu emang butuh jam terbang dan kepekaan setingkat detektif.

Nah, supaya hubunganmu sama si mpus makin harmonis dan nggak banyak drama, yuk kita bedah 7 bahasa tubuh kucing yang punya arti khusus. Simak baik-baik, siapa tahu habis baca ini kamu langsung naik pangkat jadi asisten pribadi kesayangan mereka.

1. Ekor yang Berdiri Tegak dengan Ujung Melengkung

Coba perhatikan pas kamu baru pulang kantor atau sekolah. Kalau kucingmu nyambut di depan pintu dengan ekor yang berdiri tegak lurus ke atas, dan ujungnya sedikit melengkung kayak tanda tanya, itu tandanya dia lagi happy banget. Vibes-nya tuh kayak bilang, "Eh, babu udah pulang! Mana upeti?"

Secara psikologis, ekor yang tegak itu menunjukkan rasa percaya diri dan keramahan. Mereka merasa aman di dekatmu. Tapi hati-hati, kalau ekornya tegak tapi bulunya berdiri semua sampai kelihatan mengembang dua kali lipat, itu beda cerita. Itu tandanya dia lagi merasa terancam dan siap buat gelud. Jadi, perhatikan tekstur bulunya juga, ya!



2. Kedipan Mata yang Super Lambat (The Slow Blink)

Pernah nggak kamu lagi liat-liatan sama kucingmu, terus dia tiba-tiba menutup matanya pelan-pelan banget kayak orang lagi ngantuk berat? Jangan baper dulu dan mikir dia bosen dengerin curhatanmu. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk pernyataan cinta paling tulus dari seekor kucing.

Di dunia predator, menutup mata di depan makhluk lain itu adalah tindakan yang sangat berisiko. Dengan melakukan "slow blink", kucingmu mau bilang kalau dia sangat percaya sama kamu. Dia merasa nggak perlu waspada karena dia tahu kamu nggak bakal nyakitin dia. Kalau dia melakukan ini, coba deh balas dengan kedipan lambat juga. Itu cara paling "gentle" buat bilang "I love you too" dalam bahasa mereka.

3. Ritual "Mijet" atau Bikin Roti

Ini adalah salah satu perilaku paling menggemaskan sekaligus kadang menyakitkan kalau kuku mereka nggak dipotong. Kucing suka banget menekan-nekan telapak tangannya secara bergantian ke permukaan yang empuk, entah itu bantal, selimut, atau perut kamu. Di kalangan cat lover, ini sering disebut "making biscuits".

Kenapa mereka melakukan ini? Ini sebenarnya perilaku sisa dari masa kecil mereka (insting bayi). Saat masih menyusu, anak kucing memijat perut induknya buat merangsang aliran susu. Kalau kucing dewasa melakukan ini ke kamu, artinya mereka merasa sangat nyaman, tenang, dan merasa disayangi seperti saat mereka masih bersama induknya. Jadi, meskipun agak perih kena cakar dikit, nikmatin aja momen romantis ini.

4. Pamer Perut, Tapi Jangan Langsung Disentuh!

Ini adalah jebakan Batman yang paling sering memakan korban. Kucingmu guling-guling di lantai, memperlihatkan perutnya yang gembul dan berbulu halus itu. Logika manusia kita bilang: "Wah, dia minta dielus perutnya!"



Eits, tunggu dulu. Bagi kucing, menunjukkan perut adalah tanda kepercayaan tertinggi karena itu adalah bagian tubuh mereka yang paling rentan. Tapi, menunjukkan bukan berarti mengizinkan untuk disentuh. Banyak kucing yang justru bakal langsung mencengkeram tanganmu pakai empat kaki sekaligus kalau kamu nekat pegang perutnya. Mereka cuma pengen pamer kalau mereka merasa aman di sekitarmu, bukan minta dipijat perutnya. Jadi, lebih baik elus kepalanya aja buat cari aman.

5. Kuping "Pesawat" (Airplane Ears)

Kalau kamu lihat telinga kucingmu mendatar ke samping atau ke belakang sampai hampir nggak kelihatan, mending mundur perlahan. Di dunia perkucingan, ini namanya mode "pesawat". Ini adalah sinyal merah kalau si kucing lagi merasa gelisah, takut, atau malah udah di puncak kekesalan.

Biasanya ini terjadi kalau ada suara berisik yang mereka nggak suka atau kalau kamu terlalu maksa ngajak main padahal dia lagi pengen me-time. Kalau dipaksa terus, kemungkinan besar kamu bakal kena "smackdown" atau cakaran maut. Kasih mereka ruang, biarkan mereka tenang dulu sampai telinganya balik tegak lagi.

6. Menyeruduk dengan Kepala (Bunting)

Pernah nggak kepalamu tiba-tiba "disundul" sama kucingmu? Atau dia menggosokkan pipinya ke dagu atau tanganmu? Jangan geer dulu, ini sebenarnya adalah cara mereka buat menandai wilayah kekuasaan alias "marking territory".

Kucing punya kelenjar aroma di area wajah, pipi, dan dagu. Dengan menyeruduk atau menggosokkan wajahnya ke kamu, dia sebenarnya lagi menempelkan aromanya ke tubuhmu. Intinya dia mau bilang ke kucing-kucing lain di luar sana kalau, "Manusia ini punya gue, jangan ada yang berani deketin!" Ya, ternyata kucing juga bisa posesif, lho.



7. Gerakan Ekor yang Mengibas Cepat

Berbeda sama anjing yang kalau mengibas ekor artinya seneng, pada kucing, gerakan ekor yang mengibas cepat ke kanan dan ke kiri kayak wiper mobil itu tanda kalau mereka lagi terstimulasi secara berlebihan atau lagi jengkel. Ini adalah peringatan sebelum mereka bener-bener menyerang atau lari menjauh.

Kadang kita suka salah fokus, ngelihat ekornya gerak-gerak lucu terus kita malah makin semangat godain. Padahal itu cara dia bilang, "Stop, gue udah mulai emosi nih!" Kalau ekornya cuma bergerak pelan di bagian ujungnya aja, itu biasanya tanda mereka lagi fokus memperhatikan sesuatu, misalnya lagi ngincer kecoa atau cicak di dinding.

Memahami kucing emang nggak bisa instan. Mereka adalah makhluk yang sangat menghargai privasi dan batasan. Dengan mulai memperhatikan detail-detail kecil dari gerakan tubuh mereka, kita bisa membangun hubungan yang lebih dalam dan jauh dari drama cakar-cakaran. Intinya sih satu: selalu ingat kalau di rumah itu, dialah majikannya, dan kita hanyalah staf operasional yang beruntung bisa tinggal bersamanya. Sudah siap jadi babu yang lebih pengertian hari ini?