Bupati Tapsel : Menjaga dan Melestarikan Alam Adalah Hadiah Terbaik Bagi Anak Cucu
RAU - Thursday, 13 October 2022 | 02:13 AM



Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu mengatakan, bahwa badan metereologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan rilis tentang potensi cuaca di periode 2 sampai 8 Oktober yang lalu mengenai cuaca ekstrim di Tapsel.
Sementara kondisi atmosfer di Indonesia saat ini masih cukup berpotensi atau signifikan sehingga dapat mengakibatkan peningkatan cuaca ekstrim dalam beberapa hari ke depan, ungkap Dolly saat menghadiri rapat koordinasi percepatan penanganan penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2022 di Aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati setempat, Rabu (11/10).
Dolly mengajak kepada peserta rapat untuk tetap melakukan koordinasi dengan BMKG agar mendapatkan informasi terbaru tentang peringatan dini cuaca ekstrim dan memonitor serta memantau perkembangan informasi dari pihak terkait guna mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana serta menyusun rencana tindaklanjut dalam mengambil keputusan.
"Saat ini masyarakat haus akan nformasi, begitu juga dengan masyarakat yang memberi informasi kepada Pemkab Tapsel pun sudah begitu cepat sehingga saya khawatir ketika kita tidak bisa menjawab permasalahan dilapangan, maka mereka akan langsung menyebarkan informasi kemana-mana seakan-akan pemerintah tidak peduli dengan situasi yang terjadi," ujar Dolly.
Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dinas terkait dan para aparatur dalam mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai dengan tupoksi masing-masing dan pastikan kembali kesiapan dan kondisi alat-alat dan kelengkapan kita, harap Dolly.
"Tim ini harus bisa memastikan sistem, seperti pengelolaan sumber daya air dan juga dapat mengantisipasi akibat meningkatnya curah hujan."
Kemudian Dolly juga berharap agar masyarakat melakukan gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon (illegal logging), dan tidak membakar lahan. Itu semua harus dilakukan upaya penyuluhan kepada masyarakat, bahwa menjaga alam itu jauh lebih baik agar terhindar dari bencana. Disamping itu dengan menjaga dan melestarikan alam maka akan menjadi hadiah bagi anak cucu kita kelak.
Apalagi yang kita lakukan sesuai konteks di desa, sehingga kita dorong masyarakat untuk melakukan agroforestri, Toga agar alam kita lestari.
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Tapsel Umar Halomoan Daulay dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan rapat koordinasi ini berdasarkan UU No 24/2007 tentang penanggulangan bencana, PP No 24/2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, Permendagri No 21/2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, Perda No 7/2001 tentang penanggulangan bencana dan Perbup No 62/2019 tentang standar teknis pelayanan dasar dan pelayanan minimal penanggulangan bencana daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kemudian instruksi Deputi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Nasional serta surat edaran Gubernur Sumut yang mana isi dimaksud untuk memerintahkan kepada seluruh kabupaten/kota agar bersinergi dalam menangani penanggulangan bencana serta mengantisipasi agar penanggulangan bencana bisa dilaksanakan dengan baik.
"Selanjutnya kami menyadari bahwa jumlah personel dalam menanggulangi bencana di Tapsel sangat terbatas bila dibandingkan dengan luas wilayah dan 15 kecamatan yang ada di Tapsel," ujar Umar.
Oleh karena itu, kami berharap agar seluruh stakeholder penanggulangan bencana baik itu OPD, badan vertikal, dunia usaha dan lembaga profesi untuk saling bersinergi dan saling berkolaborasi sehingga percepatan penanggulangan bencana di Kabupaten Tapsel bisa terlaksana secara terpadu, terencana, efektif dan efisien serta terkoordinasi dengan baik, harap Umar.
Turut hadir, mewakili Kapolres Tapsel Kabag Ops Kompol Abdi Abdullah, mewakili Dandim Pasi Ops Kodim 0212/TS Kapten Inf Anahar Jusar, Danyon C Brimobdasu Kompol Buala Zega, Pj Sekda Tapsel M Frananda, OPD terkait, Camat se Tapsel, BMKG, PT AR, PTPN III, BKSDA, Manggala Agni, PT ANJ, PT NSHE, PMI, PT MIR, TPL, Bank Sumut
Sumber: Humas PemKab TapSel
Next News

BNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai 1.200 Jiwa
2 months ago

Bupati Masinton Pastikan Normalisasi Sungai Aek Harse Berjalan, 12 Alat Berat Dikerahkan
2 months ago

BMKG: Cuaca Indonesia Masih Didominasi Hujan dengan Intensitas Beragam
2 months ago

Pusdalops Sumut Catat 121 Warga Luka dan 41 Orang Hilang Akibat Bencana Alam
2 months ago

Harga Cabai Merah di Sumut Terus Turun, Humbahas Sentuh Rp18 Ribu per Kilogram
2 months ago

Pemerintah Terapkan Sistem Padat Karya untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
2 months ago

BMKG Peringatkan Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Disertai Petir
2 months ago

TNI AD Kerahkan Puluhan Alat Berat Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
2 months ago

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini
2 months ago

Bobby Nasution Percepat Rehabilitasi Pascabencana di Sumut Jelang Ramadan
2 months ago





