Bupati Tapsel Jadi Pembicara Di Depan Walikota se-Indonesia pada Kick Off I-SIM For Cities 2024
ND - Saturday, 15 June 2024 | 12:51 AM



TAPSEL – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Pasaribu menjadi pembicara di depan Wali Kota se-Indonesia pada Kick Off Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2024 melalui zoom meeting, pada Senin (24/6/2024) pukul 09.00 WIB.
Dimana tahun lalu Pemkab Tapsel menjadi Terbaik 1 dalam ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) SDG’s (Sustainable Development Goal’s) For Regencies 2023, terang Dolly dalam sambungan ponselnya pada Jumat (14/6) di Medan.
Lebih lanjut Dolly mengatakan, atas keberhasilan Tapsel meramu 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, maka ia diminta berbagi kiat sukses bagaimana merangkul masyarakat, pemangku kepentingan dalam membangun suatu wilayah.
“I-SIM SDG’s ini sendiri mengambil filosofi no one left behind yang ia artikan, semua pihak berperan penting untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Dolly.
Ajang ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, berkolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) untuk menggerakkan pembangunan berkelanjutan di kabupaten seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, proses awal 416 kabupaten yang ada di Indonesia lalu terjaring 103 kabupaten. Kami lolos Top 10 lalu masuk Top 3 Program I-SIM For Regencies,” ujar Bupati.
Diacara itu kami membawa Hataboshi dan FOKSBI sebagai kearifan lokal yang berjalan 120 tahun dari nenek moyang kita. Bagaimana mengalirkan air untuk memanfaatkan lahan persawahan, ungkap Dolly.
Pelestarian kearifan lokal Hatabosi sendiri dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, ketersediaan sumber energi baru terbarukan sekaligus rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati, lanjut Dolly
Salah satunya adalah orang utan tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang merupakan spesies endemik indonesia.
“Sedang Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam bentuk 3R, yaitu rewetting, revegetation dan revitalization agar sawit di lahan gambut yang rawan terbakar, produktivitas rendah “berubah” menjadi lahan sawit yang dijaga ketinggian air sehingga mengurangi emisi karbon yang sekaligus meningkatkan produksi sawit dan early warning system,” jelasnya.
Sehingga, program kearifan lokal Hatabosi dan Sawit Berkelanjutan berhasil membawa Pemkab Tapsel Juara Satu I-SIM For Regencies 2023 dan disusul Kabupaten Bandung terbaik kedua serta Kabupaten Temanggung terbaik ketiga, terang Dolly.
Sumber : Prokopim Tapsel
Next News

Pasca Amblas, Jalinsum Sipirok-Taput Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
16 hours ago

Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Prabowo
16 hours ago

Tiongkok Jadi Tujuan Utama Ekspor Sumut, Nilai Tembus 1,95 Miliar Dolar AS
3 days ago

Hampir 15 Ribu Warga Sumut Masih Mengungsi Akibat Bencana Alam
3 days ago

Dua Kali Diterjang Banjir Bandang, Bupati Tapsel Minta Warga Lobu Uhom Direlokasi
11 days ago

Pemulihan Pascabencana Tapsel Dikebut, Bupati Gus Irawan Ikuti Rakor dengan Empat Menteri
14 days ago

Bupati Gus Irawan Rayakan Natal Bersama Jemaat GKPA Batusatail, Ajak Doakan Tapsel Bangkit dari Bencana
14 days ago

Khidmat dan Penuh Makna, 98 Murid Baru Ikuti Baiat PPITTNI di Padangsidimpuan
16 days ago

LEPPAMI HMI dan Komunitas Alam Gelar Go Green di Bukit Palopat, Soroti Ancaman Banjir dan Longsor
18 days ago

Kementerian PKP Mulai Bangun 227 Huntap di Tapsel, Bupati: Negara Hadir Bangun Harapan Warga
18 days ago




