Rabu, 11 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

4 Tips Mengolah Jantung Pisang Agar Tidak Pahit dan Tetap Enak

RAU - Wednesday, 11 March 2026 | 06:20 AM

Background
4 Tips Mengolah Jantung Pisang Agar Tidak Pahit dan Tetap Enak

4 Tips Mengolah Jantung Pisang Agar Tidak Pahit dan Tetap Enak

Pernah nggak sih kalian lagi jalan-jalan ke pasar tradisional atau sekadar lewat di depan tukang sayur keliling, terus mata tertuju pada benda berwarna merah marun gelap, bentuknya lonjong, dan teksturnya agak keras? Yap, itulah jantung pisang. Bagi sebagian anak muda zaman sekarang, mungkin benda ini lebih terlihat seperti dekorasi pohon pisang daripada bahan makanan. Bahkan, nggak jarang ada yang mikir, "Emang ini bisa dimakan? Apa nggak pahit?"

Jujur saja, jantung pisang adalah salah satu bahan makanan yang statusnya masih 'underdog' di kancah kuliner modern. Padahal, kalau kalian tahu cara mengolahnya, rasanya itu nggak kalah sama daging ayam atau nangka muda. Teksturnya yang berserat dan kemampuannya menyerap bumbu bikin dia jadi primadona tersembunyi. Sayangnya, banyak orang yang kapok masak jantung pisang karena hasilnya malah hitam, kelat, atau pahit banget di lidah. Nah, biar kalian nggak gagal dapet vibes masakan ala rumahan yang estetik dan enak, yuk simak 4 tips mudah mengolah jantung pisang berikut ini.

1. Pilih Jenis Pisang yang Tepat, Jangan Asal Comot

Sama kayak milih pasangan, milih jantung pisang juga nggak boleh sembarangan. Nggak semua 'jantung' itu diciptakan manis, eh, maksudnya enak dimakan. Masalah utama yang sering bikin orang malas mengolah bahan ini adalah rasa pahit atau getir yang sangat kuat. Usut punya usut, ternyata jenis pisangnya sangat berpengaruh.

Kalau kalian belanja, carilah jantung pisang kepok atau pisang kluthuk (pisang batu). Kedua jenis ini punya kadar getah yang lebih bersahabat dan rasanya cenderung gurih-manis setelah dimasak. Hindari jantung pisang ambon atau pisang raja kalau kalian belum pro dalam urusan menghilangkan rasa pahit, karena biasanya mereka punya rasa kelat yang cukup bandel meskipun sudah direbus berkali-kali. Jadi, tips pertama ini adalah kunci sukses paling awal. Jangan sampai kalian sudah capek-capek masak, eh malah harus berakhir di tempat sampah karena rasanya yang bikin lidah kelu.

2. Kupas Sampai ke 'Hati' Paling Dalam

Banyak orang pemula yang main potong saja jantung pisang dari bagian luarnya yang berwarna merah tua. Itu adalah kesalahan fatal. Bagian kelopak luar yang warnanya merah gelap itu teksturnya sangat keras, berserat kasar, dan mengandung getah paling banyak. Kalau dipaksa dimasak, kalian bakal ngerasa kayak lagi ngunyah sandal jepit.



Cara yang benar adalah kupas satu per satu kelopak luarnya sampai kalian menemukan bagian dalam yang berwarna putih krem atau kuning pucat. Bagian inilah yang kita sebut sebagai bagian paling empuk dan enak. Memang rasanya agak sayang ya melihat jantung pisang yang awalnya gede banget jadi tinggal sekecil kepalan tangan setelah dikupas, tapi percayalah, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Bagian dalam ini punya tekstur yang sangat mirip dengan daging ayam suwir kalau sudah matang. Oh iya, bunganya yang kecil-kecil di sela kelopak juga bisa dimasak, asal bagian putiknya yang keras dibuang ya!

3. Rahasia Air Rebusan Agar Tetap Cantik

Pernah lihat sayur jantung pisang yang warnanya hitam legam dan nggak selera dimakan? Itu biasanya terjadi karena proses oksigenasi alias terkena udara terlalu lama setelah dipotong, ditambah proses perebusan yang nggak benar. Biar masakan kalian tetap terlihat appetizing dan nggak keruh, ada trik khususnya.

Siapkan air mendidih terlebih dahulu sebelum kalian memotong-motong jantung pisangnya. Jangan memotong jantung pisang di atas talenan lalu dibiarkan lama di udara terbuka. Begitu dipotong, langsung cemplungkan ke air mendidih yang sudah diberi sedikit garam atau minyak goreng. Ada juga tips dari para sesepuh dapur untuk menambahkan sedikit asam jawa atau perasan jeruk nipis ke dalam air rebusan. Tujuannya apa? Biar getahnya luruh dan warnanya tetap cerah nggak jadi gelap. Rebuslah sampai benar-benar empuk, lalu tiriskan dan bilas dengan air bersih untuk memastikan sisa getahnya hilang total.

4. Peras dan Bilas Setelah Direbus

Ini adalah langkah yang sering dilewatkan karena dianggap sepele. Setelah jantung pisang selesai direbus dan ditiriskan, jangan langsung dimasukkan ke dalam bumbu tumisan atau santan. Cobalah untuk membilasnya sekali lagi dengan air mengalir, lalu peras perlahan dengan tangan. Tujuannya adalah untuk membuang sisa air rebusan yang mungkin masih mengandung sisa rasa kelat atau pahit.

Dengan melakukan proses pemerasan ini, tekstur jantung pisang juga jadi lebih 'siap' untuk menyerap bumbu. Bayangkan kalau serat-seratnya masih penuh dengan air rebusan lama, bumbu masakan kalian nggak bakal meresap dengan maksimal. Setelah diperas, jantung pisang siap diolah jadi apa saja. Mau dibuat lodeh pedas, tumis teri pete, atau bahkan dibikin nugget buat alternatif plant-based meat? Bisa banget! Hasilnya pasti bakal bikin siapa pun yang makan nggak nyangka kalau itu cuma 'limbah' pohon pisang.



Mengolah jantung pisang memang butuh sedikit kesabaran ekstra dibandingkan masak mi instan. Tapi, ada kepuasan tersendiri saat kita berhasil menyulap bahan yang sering dianggap sebelah mata ini jadi hidangan mewah kelas restoran. Selain murah meriah, jantung pisang juga kaya akan serat dan antioksidan, lho. Jadi, selain manjain lidah, kalian juga lagi kasih nutrisi baik buat tubuh.

Jadi, gimana? Tertarik buat nyobain challenge masak jantung pisang minggu ini? Jangan lupa siapkan nasi hangat yang banyak, karena sayur jantung pisang itu biasanya jadi 'pencuri nasi' paling berbahaya kalau sudah dipadukan dengan sambal terasi dan ikan asin. Selamat bereksperimen di dapur, ya!