Jumat, 1 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Kota Besar Semakin Panas?

Laila - Friday, 01 May 2026 | 03:00 PM

Background
Kenapa Kota Besar Semakin Panas?

Kota tidak hanya ramai, tapi juga "menyimpan panas"


Saat kita berjalan di kota besar, kita sering merasakan panas yang berbeda.

Bukan hanya karena cuaca, tapi karena lingkungan kota itu sendiri.

Gedung, jalan, kendaraan, dan aktivitas manusia membuat kota menjadi seperti "penyimpan panas".




1.Beton dan aspal menyerap panas

Material seperti beton,

aspal dan kaca, memiliki sifat:

•menyerap panas matahari di siang hari

•melepaskan panas perlahan di malam hari

Akibatnya:



•siang terasa lebih panas

•malam tetap terasa hangat

Ini berbeda dengan daerah yang banyak tanah dan tumbuhan.


2.Ruang hijau semakin berkurang

Pohon dan tanaman berfungsi sebagai:



•peneduh

•penyerap panas

•penghasil oksigen

Namun di kota besar:

•lahan hijau berkurang



•digantikan bangunan dan jalan

Tanpa cukup vegetasi, panas tidak bisa "diredam" secara alami.


3.Aktivitas manusia menghasilkan panas

Kota penuh dengan aktivitas yang menghasilkan panas, seperti:

•kendaraan bermotor



•mesin industri

•AC dan pendingin ruangan

•listrik

Semua ini menambah panas di lingkungan sekitar.




4.Efek "terperangkap" di antara gedung

Gedung tinggi menciptakan efek seperti lorong.

Panas yang dipantulkan:

•tidak langsung lepas ke udara

•terjebak di antara bangunan

Ini membuat suhu terasa lebih tinggi, terutama di pusat kota.




5.Malam hari tidak lagi "dingin"

Di daerah alami, malam hari biasanya lebih sejuk.

Namun di kota:

•panas yang tersimpan •siang hari dilepas perlahan

•suhu tetap tinggi hingga malam



Itulah kenapa banyak orang merasa:

"malam sekarang kok tetap gerah ya?"

Seberapa besar perbedaannya?

Menurut United States Environmental Protection Agency, suhu kota bisa 1–7°C lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.

Perbedaan ini bisa lebih ekstrem saat cuaca panas.




Dampaknya bagi kesehatan dan kehidupan

Fenomena ini bukan hanya soal tidak nyaman.

Dampaknya bisa:

•dehidrasi lebih cepat

•kelelahan

•gangguan tidur



•peningkatan penggunaan listrik (AC)

•kualitas udara menurun

Dalam jangka panjang, ini juga berkaitan dengan perubahan iklim.


Apa yang bisa dilakukan?

Solusi perlu dilakukan bersama.



Beberapa langkah yang bisa membantu:

•menambah ruang terbuka hijau

•menanam pohon

•menggunakan material bangunan ramah panas

•mengurangi penggunaan kendaraan



Bahkan langkah kecil seperti:

menanam pohon di sekitar rumah,

sudah memberi dampak.

Kota besar menjadi lebih panas bukan hanya karena cuaca, tetapi karena perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.

Fenomena pulau panas perkotaan adalah bukti bahwa cara kita membangun kota sangat memengaruhi kualitas hidup.