Sabtu, 14 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Makna Lagu "Sesi Potret": Kisah Penyesalan Anak Rantau yang Datang Terlambat

Nanda - Saturday, 14 March 2026 | 10:17 AM

Background
Makna Lagu "Sesi Potret": Kisah Penyesalan Anak Rantau yang Datang Terlambat

Makna Lagu

1. Penyesalan yang Datang Terlambat

Lagu ini menceritakan kisah seorang anak rantau yang sibuk mengejar kesuksesan dan mengumpulkan materi di perantauan. Ketika ia merasa telah cukup berhasil dan memutuskan untuk pulang membawa kebanggaan serta oleh-oleh untuk orang yang dicintai, kenyataan pahit justru menantinya. Orang yang ingin ia temui ternyata telah pergi untuk selamanya, meninggalkan rasa penyesalan yang begitu dalam.

2. Metafora "Rumah Baru"

Dalam salah satu liriknya terdapat kalimat "Ku bertamu ke rumah barumu, hanya papan dan namamu." Ungkapan "rumah baru" di sini bukan berarti tempat tinggal baru, melainkan metafora untuk makam atau kuburan. Lirik ini menggambarkan momen menyedihkan ketika kepulangan seseorang tidak lagi disambut pelukan hangat, melainkan hanya ziarah di depan nisan.

3. "Sesi Potret" sebagai Simbol Kehilangan



Judul lagu ini merujuk pada momen foto keluarga. Dalam lirik "Sesi potret yang selalu kubenci, aneh rasanya kau tak di sini, susunan barisannya tak sama lagi," digambarkan bagaimana sebuah foto keluarga kini terasa berbeda. Foto yang dahulu dianggap biasa bahkan membosankan, kini berubah menjadi kenangan berharga sekaligus menyakitkan karena ada sosok yang tidak lagi hadir di dalamnya.

4. Mengakui Kelemahan Diri

Baris lirik "Soal ikhlas ternyata aku masih amatir" menjadi salah satu bagian paling kuat dalam lagu ini. Kalimat tersebut menggambarkan kejujuran seseorang yang menyadari bahwa menerima kepergian orang tercinta bukanlah hal yang mudah. Meski berusaha tegar, pada akhirnya ia mengakui bahwa dirinya masih belajar untuk benar-benar ikhlas menghadapi kehilangan.