Bupati Tapsel Ajak Masyarakat Batang Angkola "Perang" Melawan Narkoba, Rentenir dan Kemiskinan
Laila - Wednesday, 22 July 2026 | 06:50 PM


BATANG ANGKOLA – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi tiga persoalan utama yang dinilai menghambat kemajuan masyarakat, yakni narkoba, rentenir, dan kemiskinan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh di Lapangan SMP Negeri 3, Desa Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (22/07/2026).
Dalam arahannya, Bupati H. Gus Irawan Pasaribu mengatakan, di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, dirinya sengaja hadir karena merasa rindu bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat Batang Angkola.
"Saya sengaja datang di tengah jadwal yang padat karena rindu. Saya sudah berikrar untuk berperang melawan tiga hal," ujar Bupati.
Menurutnya, perang yang dimaksud bukanlah perang secara fisik, melainkan gerakan bersama untuk melawan narkoba, rentenir, dan kemiskinan.
Pertama, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga, untuk bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, kata dia, akan terus memperkuat sinergi dengan BNN, kepolisian dan para ulama dalam upaya mencegah serta memberantas peredaran narkoba.
"Mulai dari keluarga kita masing-masing. Kita akan bekerja sama dengan BNN, kepolisian dan alim ulama untuk melawan narkoba karena ini sangat mengkhawatirkan," tegasnya.
Selanjutnya, Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat yang terjerat pinjaman dengan bunga tinggi dari lembaga pembiayaan informal seperti Mekar dan Amartaa. Ia menyebut, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu keharmonisan rumah tangga.
Untuk itu, Pemkab Tapsel mendorong masyarakat agar beralih ke pembiayaan yang lebih terjangkau melalui program KUR Berkah Bank Sumut. Bupati menyebut, program tersebut menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat keluar dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.
"Kalau ada yang meminjam di beberapa tempat sekaligus, jangan menambah pinjaman lagi. Kita harus mencari solusi dan memindahkannya ke Bank Sumut agar lebih ringan," ujarnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tapsel tengah melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terjerat pinjaman rentenir. Bahkan, kinerja desa ke depan akan turut diarahkan pada upaya membantu masyarakat keluar dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.
"ADD ke desa akan kita lihat kinerjanya, termasuk seberapa banyak masyarakat di desanya yang bisa diselamatkan dari jeratan rentenir dan dialihkan ke pembiayaan yang lebih manusiawi," jelasnya.
Sementara itu, perang ketiga yang disampaikan Bupati adalah melawan kemiskinan. Menurutnya, Tapanuli Selatan sebagai daerah yang terdampak bencana harus segera bangkit melalui penguatan ekonomi masyarakat.
Bupati menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha, termasuk pembiayaan dengan bunga nol persen bagi masyarakat Tapsel yang terdampak bencana dan ingin berusaha.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih tidur dengan mengembangkan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.
"Tidak boleh ada lagi lahan tidur dan lahan yang tidak dimanfaatkan. Jagung menjadi salah satu komoditas yang dapat memberikan keuntungan besar. Keuntungan per hektare bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta," ungkapnya.
Bupati menjelaskan, pengembangan jagung tersebut akan diintegrasikan dengan sektor peternakan. Pemkab Tapsel juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen. Pemkab Tapsel, kata Bupati, terus membangun kerja sama dengan pihak perusahaan untuk memastikan hasil produksi jagung masyarakat dapat terserap.
"Jangan ragu untuk menanam jagung. Kita akan pastikan hasilnya ditampung," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Sayurmatinggi Trikurniawan turut menyampaikan sejumlah program pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya KUR Berkah, KUR Jagung, serta KUR untuk pengembangan usaha masyarakat.
Ia menjelaskan, KUR Berkah merupakan program pembiayaan khusus yang saat ini menjadi pilot project di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan bunga sebesar 8 persen per tahun. Untuk kelompok perempuan, pembiayaan dapat diajukan secara berkelompok dengan anggota sekitar 6 hingga 10 orang dan plafon hingga Rp20 juta per orang, disertai pendampingan usaha dari Bank Sumut.
Selain itu, Bank Sumut juga menyediakan KUR Jagung bagi petani. Melalui program ini, petani mendapatkan pembiayaan untuk modal tanam serta pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pembayaran angsuran dilakukan setelah masa panen dan hasil produksi jagung diserap oleh offtaker.
Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan Rosmayanti Ritonga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan pengajian akbar yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tapsel beserta jajaran yang terus berupaya membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Camat Batang Angkola Halimahtussakdiah Siregar juga mengajak masyarakat untuk terus meramaikan kegiatan pengajian bulanan BKMT. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Hurase yang telah memfasilitasi pelaksanaan Pengajian Akbar BKMT Masyitoh tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Al Ustadz H. Arpan Marwaji Gultom. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat iman, Islam dan ihsan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai anggapan bahwa bulan tertentu membawa kesialan. Menurutnya, seluruh hari dan bulan merupakan ciptaan Allah SWT dan tidak ada bulan yang diciptakan sebagai bulan sial. Karena itu, umat Islam hendaknya senantiasa memanfaatkan waktu untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh tersebut turut dihadiri Kapolsek Batang Angkola, Koramil 11 Batang Angkola, Kepala KUA, para kepala desa dan lurah, kepala puskesmas, kepala sekolah, TP PKK dan Dharma Wanita, pengurus BKMT serta kelompok pengajian se-Kecamatan Batang Angkola, perwakilan Bank Sumut dan undangan lainnya.
Next News

RAPAT PARIPURNA DPRD TAPSEL BAHAS PERTANGGUNGJAWABAN APBD 2025, BUPATI SAMPAIKAN JAWABAN ATAS PEMANDANGAN UMUM FRAKSI
6 hours ago

HAN ke-42, Pemkab Tapsel Tegaskan Komitmen Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Anak
in 6 hours

Polres Padangsidimpuan Bongkar Jalur Peredaran Rokok Ilegal, 128 Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai Diserahkan ke Bea Cukai Sibolga
in 6 hours

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Kolam Bundar, 10 Ribu Bibit Lele dan Pakan untuk Pokdakan Tandihat Bangkit
4 days ago

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian, Dorong Produktivitas serta Kesejahteraan Petani
4 days ago

UPT Papenda Padangsidimpuan Gelar Razia Gabungan, Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kenderaan dan PAD
2 months ago

Pemko P.Sidimpuan Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya
2 months ago

Tapsel Raih Juara Nasional Validitas Data Pendidikan 2026, Gus Irawan Dorong Digitalisasi Menuju Zero Error
2 months ago

Dari 58 Pejabat Yang Dilantik, 3 Nama Tidak Dilantik, 1 Orang Tidak Hadir Dengan Alasan Keluarga dan 2 Orang Tidak Lulus Administrasi
2 months ago

Wali Kota Padangsidimpuan Dorong Optimalisasi Zakat ASN untuk Tekan Kemiskinan dan Angka Putus Sekolah
2 months ago





