Bupati Tapsel Ajak BKMT Perkuat Peran Agama dan Perangi Narkoba, Rentenir, serta Kemiskinan
RAU - Sunday, 23 August 2026 | 01:14 AM


TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak seluruh anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai agama sebagai benteng keluarga dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan bimbingan dan arahan pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Kecamatan Batang Toru yang digelar di Desa Perkebunan Sigala-gala, Kecamatan Batang Toru, Kamis (20/08/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Batang Toru, para kepala desa dan lurah, tokoh agama, Ketua MUI, Ketua BKMT Kecamatan Batang Toru, pengurus dan anggota BKMT, perwakilan Baznas serta masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena dapat kembali hadir dan bersilaturahmi bersama masyarakat melalui kegiatan pengajian BKMT. Menurutnya, pengajian bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
"Saya selalu senang dan bahagia bersama ibu-ibu BKMT. Setiap ada kesempatan pengajian akbar, rasanya ingin selalu hadir," ujar Gus Irawan.
Ia berharap kegiatan pengajian akbar BKMT terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan jangkauannya semakin luas. Bahkan, Bupati mendorong agar kegiatan serupa juga melibatkan kaum bapak sehingga pembinaan keagamaan dapat semakin kuat di lingkungan keluarga.
Menurutnya, kemajuan zaman membawa berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Karena itu, pemahaman dan pengamalan agama perlu diperkuat agar masyarakat mampu menjaga keluarga, khususnya anak-anak dan generasi muda, dari berbagai pengaruh negatif.
"Kalau seluruh kita, khususnya umat Islam, menjalankan agama Islam dengan baik, maka kehidupan kita sesama saudara muslim maupun dengan saudara kita yang lain akan terasa lebih nyaman," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan juga mengajak masyarakat Tapsel untuk bersama-sama "berperang" melawan tiga persoalan utama, yakni narkoba, rentenir, dan kemiskinan.
Pertama, terkait narkoba, Bupati meminta masyarakat memulai pencegahan dari lingkungan keluarga. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi dan membentengi anak-anak dari penyalahgunaan narkotika.
"Kalau setiap keluarga, setiap desa, tidak ada yang terlibat narkoba, maka sebetulnya Tapanuli Selatan akan bebas narkoba," tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi jajaran Polres Tapanuli Selatan yang dinilainya responsif dalam menangani kasus kriminalitas. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas narkoba maupun gangguan keamanan di lingkungannya.
Menurut Gus Irawan, penguatan agama melalui pengajian menjadi salah satu benteng penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Persoalan kedua yang menjadi perhatian Bupati adalah praktik pinjaman dengan bunga tinggi yang dinilainya dapat menjerat masyarakat dalam kesulitan ekonomi.
Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang memanfaatkan pinjaman dari lembaga pembiayaan informal maupun pinjaman kelompok dengan beban bunga tinggi. Kondisi tersebut, kata dia, tidak jarang menimbulkan persoalan baru dalam rumah tangga.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mendorong masyarakat beralih ke pembiayaan yang lebih ringan melalui Bank Sumut.
Gus Irawan menyebut, pemerintah telah mendorong skema pembiayaan melalui Bank Sumut dengan bunga sekitar 8 persen per tahun sebagai salah satu upaya membantu masyarakat keluar dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.
"Kalau ada pinjaman di beberapa tempat, kita dorong untuk dikonsolidasikan sehingga bebannya menjadi lebih ringan. Ini bagian dari perang kita melawan rentenir," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar pinjaman baru benar-benar digunakan untuk melunasi pinjaman lama, bukan justru menambah utang baru.
Persoalan ketiga yang menjadi fokus Bupati adalah pengentasan kemiskinan. Ia menyebut angka kemiskinan Tapanuli Selatan saat ini berada pada kisaran 6,16 persen.
Meski angka tersebut terus ditekan, Gus Irawan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus terus berupaya agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan ekonomi produktif.
"Harapan saya, di masa saya menjadi Bupati, mudah-mudahan kemiskinan ini bisa kita hapus," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tapsel akan terus mengoptimalkan kolaborasi dengan Baznas, perbankan, pemerintah desa, dan berbagai pihak lainnya. Bantuan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi semakin diarahkan kepada kegiatan produktif yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Bupati juga mendorong program pembiayaan pertanian, peternakan, serta usaha mikro agar dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses pembiayaan perbankan.
Gus Irawan juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif, termasuk menanam jagung, sayuran, maupun komoditas pertanian lainnya.
Ia mencontohkan keberhasilan kelompok masyarakat yang mengembangkan tanaman jagung di lahan yang sebelumnya terdampak banjir. Dari lahan sekitar dua hektare, hasil panen mencapai sekitar 5,5 ton per hektare.
Dengan harga jual sekitar Rp6.500 per kilogram, hasil tersebut memberikan nilai produksi yang cukup menjanjikan bagi petani.
"Kalau tidak punya lahan luas, pekarangan rumah atau lahan kosong juga bisa dimanfaatkan. Sayur-mayur pun bisa dikembangkan," katanya.
Menurutnya, kegiatan pertanian produktif dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan Ustadz Ruslan Hasibuan, jamaah diajak meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kepedulian terhadap anak yatim.
Ustadz Ruslan menyampaikan kisah tentang seorang anak yatim pada zaman Rasulullah SAW yang mengalami kesedihan karena kehilangan orang tuanya. Kisah tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim, melainkan memberikan perhatian, kasih sayang, perlindungan, dan memenuhi kebutuhan mereka.
Ia menekankan bahwa menyayangi anak yatim merupakan bagian dari ajaran Rasulullah SAW yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Pengajian Akbar BKMT tersebut, Bupati berharap nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
"Pengajian akbar ini harus terus kita jaga, kita pelihara, dan bahkan kita tumbuhkembangkan. Mudah-mudahan anggotanya dari waktu ke waktu semakin bertambah di setiap desa dan kecamatan," pungkas Gus Irawan.
Next News

Pemprov Sumut Siapkan BKK Rp 5–Rp 50 Miliar untuk Program Kampung Kreatif Sumut Berkah
a day ago

KNPI Tapsel Periode 2026–2029 Dilantik, Bupati Gus Irawan Dorong Pemuda Jadi Motor Percepatan Pemulihan Pascabencana
a day ago

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Besok 23 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayahnya
17 hours ago

Pemerintah Benahi DTSEN, Mayoritas Desil 10 Masyarakat Kelas Menengah
a day ago

Menag Kukuhkan 10.000 Guru Al Quran Indonesia
a day ago

RDTR Kecamatan Barumun Dikebut, Siapkan Lahan Dua Hektar Untuk Pasar
a day ago

Polda Sumut Perkuat Patroli Dini Hari, Sasar Titik Rawan Kejahatan Jalanan di Medan
2 days ago

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 22 Agustus 2026, Sumut Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
2 days ago

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Malaysia, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup
2 days ago

Tambang Emas Runtuh di Afrika Tengah, Korban Tewas Tembus 100 Orang
2 days ago





